Jakarta, Beritasatu.com – Sebagian besar indeks saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan penurunan pada perdagangan Kamis (18 April 2024). S&P 500 juga mencatatkan penurunan terpanjang berturut-turut sejak Oktober 2023.
Read More : Usia 20-an Jadi Waktu Terbaik untuk Mulai Asuransi Jiwa, Apa Alasannya?
CNBC International Pada Jumat (19/4/2024), S&P 500 bertambah 0,22% menjadi 5.011,12 dan Nasdaq Composite turun 0,52% menjadi 15.601,50. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average naik 22,07 poin atau 0,06% menjadi ditutup pada 37.775,38.
Dengan penurunan tersebut, S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan hari kelima berturut-turut. Bagi S&P 500, ini merupakan kerugian pertama berturut-turut sejak akhir Oktober, sebelum pasar saham memasuki tren naik saat ini. Ini juga merupakan penurunan beruntun terpanjang Nasdaq sejak Januari.
Indeks-indeks utama ini kemungkinan juga akan turun pada minggu ini. S&P 500 turun lebih dari 2% minggu ini, sedangkan Dow turun 0,6% dibandingkan periode yang sama.
Nasdaq turun lebih dari 3% minggu ini karena saham-saham teknologi mengalami kesulitan. Hal ini menempatkan indeks pada jalur pelemahan selama empat minggu berturut-turut, yang akan menjadi penurunan terpanjang sejak Desember 2022.
Read More : Aksi Pencinta K-Pop di Malang Raya Meriahkan BTV Semesta Berpesta 2024
Langkah ini terjadi di tengah kondisi kuartal kedua yang sulit bagi Wall Street, dengan ketiga indeks turun pada bulan April. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran The Fed terhadap inflasi dan kebijakan moneter.