Jakarta, Beritasatu.com – Gaya hidup sedentary di Indonesia menjadi berita utama, dan sebuah studi baru dari Universitas Stanford mengungkap fakta mengejutkan: rata-rata orang Indonesia hanya berjalan sekitar 3.500 langkah sehari. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata global yaitu 5.000 langkah, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat aktivitas fisik terendah di dunia.
Read More : Kembali ke Film Avengers Jadi Doctor Doom, RDJ Bikin Heboh Jagad Marvel
Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh Beritasatu.com pada Sabtu (31/8/2024), kondisi tersebut disebutkan tidak hanya mencerminkan kebiasaan malas beraktivitas, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental masyarakat. Kurangnya aktivitas fisik berhubungan langsung dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi.
Dalam upaya mengatasi krisis kesehatan ini, Garmin meluncurkan kampanye #BeMoreBeHealthier untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik, meski sederhana seperti berjalan kaki, dapat memicu pelepasan hormon endorfin, hormon yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagia. Gambar berjalan. – (Gratispik/Kustom)
Menurut Garmin Connect, 83% pengguna produk kebugaran Garmin adalah pengguna baru, dan mayoritas (66%) adalah perempuan. Mereka menemukan bahwa berjalan kaki adalah aktivitas paling populer di kalangan pengguna, yang menunjukkan bahwa wanita lebih sadar untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan aktif.
Chandravidhi Desideriani, Senior Marcom Manager, Garmin Indonesia, mengatakan: “Di Garmin, kami percaya bahwa teknologi seharusnya membuat hidup sehat menjadi lebih mudah. Kami menawarkan analisis kesehatan dan kebugaran berbasis sains serta tips harian yang membantu pengguna tetap termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan aktif. . Dengan langkah sederhana dan dukungan teknologi yang tepat, setiap orang dapat mencapai kesejahteraan yang lebih baik.”
Garmin juga memahami tantangan yang dihadapi para pekerja kantoran dalam menjaga keseimbangan hidup mereka. Dengan fitur-fitur canggih pada seri Venu 3 dan vívoactive 5, Garmin menawarkan solusi praktis seperti pemantauan baterai tubuh, indikator tidur dan pelatih tidur, serta pelacakan stres dan meditasi. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengelola stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memastikan asupan cairan yang cukup.
Read More : 30 Ucapan dan Ide untuk Merayakan National Boyfriend Day
Unita Siregar, Brand Ambassador Garmin di Indonesia menambahkan, “Bagi seseorang yang aktif di dunia hiburan, menjaga kesehatan adalah sebuah prioritas. Garmin bukan hanya perangkat wearable, tapi juga teman yang mendukung gaya hidup sehat saya. Fitur-fitur inovatifnya membantu saya memahami tubuh saya sendiri dan membuat keputusan yang tepat untuk kebugaran saya.”
Dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau kesehatan dan meningkatkan aktivitas fisik, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Garmin berkomitmen untuk menjadi mitra dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih sehat dan bahagia, selangkah demi selangkah menuju kesejahteraan yang lebih baik.