Jakarta, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan 6,6 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar di seluruh Indonesia, sejak alokasi pupuk pemerintah tahun 2024 ditambah hingga akhir November 2024. Manajer Penjualan Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, di Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Read More : Telkomsel Tutup Rangkaian Program Impact Incubator dengan NextDev Summit 2024
“Jumlah pupuk yang kami bantu mencapai 6,6 juta ton hingga kemarin 5 November. Terry mengatakan: Jumlah tersebut setara dengan 87,7% kontrak kami dengan Kementerian Pertanian (Komentan) Republik Indonesia sebesar 7,54 juta ton.
Dia berkata: Distribusi pakan pupuk pada awal tahun 2024 hanya 4,7 juta ton. Kemudian pemerintah menambah anggaran produksi pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton pada April. Penambahan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian guna mencapai ketahanan pangan nasional. Keputusan ini kemudian ditindaklanjuti oleh pimpinan daerah, termasuk gubernur dan wakil walikota/walikota seluruh Indonesia, dengan menerbitkan Surat Perintah (SK).
Pendistribusian putusan ini baru bisa dilakukan pada pertengahan tahun 2024, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi akan sedikit tertunda karena menunggu pendistribusian putusan masing-masing daerah. Pupuk buatan Popok Indonesia berhasil didistribusikan ke petani dengan jenis urea sebanyak 3361040 ton, NPK sebanyak 3210755 ton, dan pupuk organik petrogenik sebanyak 38419 ton.
Sedangkan tambahan perjanjian Popok Indonesia dengan Kementan menetapkan urea 3.621.860 ton, NPK 3.419.661 ton. Tri juga berharap petani bisa mengurangi sisa pasokan pupuk pada akhir tahun 2024 untuk meningkatkan produksi pada musim tanam. Selain itu, pemerintah semakin menyederhanakan prosedur penebusan pupuk bersubsidi. Petani yang terdaftar datang ke kios resmi dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Masih ada penyalurannya, pada musim tanam bulan Oktober sampai Maret petani yang terdaftar harus bertambah karena pupuk sudah ada di lapangan,” kata Terry.
Read More : Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Sedangkan petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang diatur dalam Peraturan No. Lakukan pekerjaan maksimal. Selain lahan seluas dua hektar, produk olahan yang memenuhi syarat pemberian pupuk dibatasi hanya sembilan produk. Diantaranya adalah padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao.
Pemerintah juga memberikan fasilitas bagi petani yang lolos sebagai penerima pupuk bersubsidi namun tidak terdaftar dalam skema e-RDKK (e-RDKK). Para petani diharapkan segera mendaftarkan diri melalui Persatuan Petani (Pectan) di wilayahnya, karena eRDKK dapat ditinjau setiap empat bulan pada tahun ini.
Terry menyimpulkan: Bagi petani yang tidak terdaftar sebagai penerima pupuk pakan karena tidak masuk dalam aturan, Popok Indonesia memberikan solusinya melalui pupuk nonsubsidi yang juga dapat dibeli di kios.