Jakarta, Beritasatu.com – Penipuan bank masih marak dan mengkhawatirkan. Berbagai cara baru pun bermunculan bagi para korban, salah satunya adalah dengan mengirimkan uang melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku menyamar sebagai petugas pajak dan mengirimkan faktur pajak kepada korban yang ternyata berupa file APK.

Read More : 12 WNI Korban Penyekapan Sindikat Penipuan Daring di Myanmar Berhasil Dibebaskan

Terkait hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau masyarakat khususnya nasabah BRI untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, teknik penipuan digital atau sosial ini dapat mengelabui nasabah agar membocorkan informasi rekening bank dan memengaruhi keamanan finansial nasabah. BRI terus meningkatkan edukasi dan langkah proaktif agar tidak menjadi korban penipuan ini.

Direktur Informasi dan Teknologi BRI Arga M. Nugraha menegaskan misi BRI adalah keamanan informasi yang berujung pada keamanan uang nasabah.

Keamanan diterapkan dengan tujuan yang lengkap dan mengirimkannya sampai akhir dari jaringan, server, pusat data. Pemantauan keamanan juga diterapkan. Tapi bagian utamanya adalah kami memberdayakan pengguna, jadi kami melakukan hal-hal yang dianggap mudah. Misalnya saja ubah login, password, dan OTP dan jangan pernah diberikan kepada orang lain, bahkan kepada pihak yang mengaku BRI, “Arga.

Menurut Arga, keamanan siber merupakan perjuangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, BRI akan terus memperbarui dan meningkatkan sistem keamanannya untuk memastikan informasi dan dana nasabah tetap aman.

Arga menambahkan, perusahaan juga dapat melawan kejahatan siber dengan menerapkan tips berikut:

Read More : Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Rabu 22 Januari 2025

– Jangan membagikan informasi pribadi seperti username, password atau OTP kepada siapapun. – Waspada terhadap pesan atau email mencurigakan dari BRI atau instansi berwenang lainnya. Hubungi call center resmi untuk autentikasi – Gunakan koneksi internet yang aman saat login ke BRImo – Aktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan BRImo – Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk semua transaksi penting – Update aplikasi BRImo secara berkala – Laporan. segera jika Anda melihat aktivitas mencurigakan.

Oleh karena itu, prinsip pelayanan pelanggan dan praktik keamanan harus diterapkan, seperti tidak sembarangan menginstal APK, menginstal game gratis. Kami berusaha menjaga keamanan semaksimal mungkin, tetapi perangkat pelanggan bersifat pribadi. Jadi privasi adalah tanggung jawab keduanya. .pihak, kami “Keamanan ini bisa kita jaga tanpa sepengetahuan pelanggan, upaya ini harus terus dilakukan bersama-sama”, Arga.

Tidak hanya pajak, berbagai bentuk penipuan digital juga banyak terjadi. Undangan pernikahan digital, pemberitahuan penutupan rekening, deklarasi rekening BPJS, foto paket dari kurir, surat atau tiket dan yang terakhir dapat merugikan masyarakat. , rekening pajak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *