Jakarta, Beritasatu.com – Neuralink, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, menanamkan chip pada pasien manusia kedua. Sebelumnya, Neuralink berhasil menanamkan chip tersebut pada pasien manusia pertama pada Januari 2024.
Read More : VinFast Tampilkan Komitmen Mobilitas Hijau di Jakarta Fair 2025
Chip tersebut dikatakan memungkinkan orang menggunakan perangkat digital hanya dengan berpikir. Perangkat ini sedang diuji untuk membantu orang-orang dengan cedera tulang belakang dan telah memungkinkan pasien pertama untuk bermain video game, mengakses Internet, memposting di media sosial dan menggerakkan kursor di laptop.
Dalam podcast Reuters, Senin (5/8/2024), Musk berbagi detail tentang pasien kedua yang mengalami cedera tulang belakang serupa dengan pasien pertama yang lumpuh akibat kecelakaan menyelam. Musk mengatakan 400 elektroda yang ditanam di otak pasien kedua bekerja dengan baik. Neuralink menyatakan di situsnya bahwa implan mereka menggunakan 1024 elektroda.
“Saya tidak ingin melakukan hal ini secara seksual, tetapi sepertinya implan kedua berjalan cukup baik,” kata Musk kepada pembawa acara podcast Lex Friedman.
“Banyak sinyal, banyak elektroda. Semuanya berjalan dengan baik.” Musk tidak menyebutkan kapan pasien kedua itu dioperasi. Neuralink berharap dapat memberikan implan tersebut kepada delapan pasien lagi tahun ini sebagai bagian dari uji klinisnya.
Read More : IHSG Anjlok 6,12 persen, Pemerintah Bantah Kebijakan Tak Propasar
Pasien pertama Noland Arbaugh mewawancarai tiga eksekutif Neuralink dalam podcast yang merinci operasi implan dan yang dipandu robot.
Sebelum menerima implan pada Januari 2024, Arbaugh menggunakan komputer stik di mulutnya untuk mengoperasikan layar tablet. Kini dengan implan, Anda hanya perlu memikirkan apa yang ingin Anda lakukan di layar komputer dan perangkat akan melakukannya. Arbaugh mengatakan perangkat tersebut telah memberinya kemandirian dan mengurangi ketergantungannya pada perawat.