Jakarta, Beritasatu. com – Kepedulian masyarakat Indonesia adalah menjaga persatuan dan suasana baik pasca Pilkada 2024. Imbauan tersebut dilontarkan mantan narapidana teroris Irhan Nugraha yang memperkirakan Pilkada 2024 akan menjadi momen penting bagi stabilitas sosial dan politik di Indonesia.
Read More : Presiden Prabowo Naikkan Tunjangan BIN, Muhammad Herindra Dapat Rp 62,3 Juta
“Saat ini, berita bohong, provokasi, serta perasaan ketidakadilan atau ketidakpuasan terhadap hasil pemilu kemungkinan besar akan bermunculan. Pemilu bukanlah tindakan kesyirikan dan ketidakpercayaan. Kita perlu memeriksa, kita perlu memperbaiki kesalahan,” Antara , dilansir Kamis (28/11/2024) Irhan Said.
Irhan berbagi pengalaman hidupnya terjebak ideologi ekstrem. Namun ia menyadari kesalahannya melalui program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah dan memilih jalan damai.
Ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai ideologi seperti khilafah dan takfiri yang menyebabkan perpecahan di negara ini, terutama dalam perubahan politik seperti pemilu daerah. Ia mengatakan kita perlu mempertimbangkan kembali ide-ide yang bertentangan dengan demokrasi.
Irhan mengimbau masyarakat bijak dalam menyaring informasi jelang Pilkada 2024 yang selalu ada potensi manipulasi berita.
“Masyarakat harus bijak menyaring berita-berita yang memecah belah negara. “Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan persatuan NKRI,” tegasnya.
Read More : Apa Itu Core Values Akhlak pada Rekrutmen Bersama BUMN?
Ia juga berpendapat bahwa menjaga komunikasi yang baik, rekonsiliasi, dan kesopanan adalah kunci untuk mengurangi konflik pasca pemilu 2024.
“NKRI sudah mati! Mari kita utamakan persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Irhan.