Jakarta, Beritasatu.com – Dua wakil Indonesia mengalami nasib berbeda pada babak 32 besar Malaysia Masters, Rabu (22/5/2024), di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Read More : Tim Putri Bank Jatim dan Lombok Electric Awali Putaran Reguler Kedua Livoli di Bojonegoro

Tim ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Lim Chiew Sien. Unggulan ketiga itu mengalahkan Vivian/Lim dengan skor 21-14 dan 21-11. Ana/Tiwi, julukan Febriana/Amallia, melaju ke babak 16 besar setelah finis di peringkat 39 ganda putri dalam waktu 42 menit.

Namun kesuksesan Ana/Tiwi gagal menyusul penyanyi wanita Komang Putra Cahya Dewi. Itu jatuh ke tangan perwakilan Korea Selatan Sim Yu Jin. Komang menyerah setelah memainkan tiga gim, 21-16, 11-21, dan 6-21. Pemain Buleleng bertahan setelah berjuang selama 44 menit. 

Kekalahan tersebut membuat skor pertemuan Komang melawan Sim menjadi 1-1. Komang menang saat keduanya pertama kali bertemu di babak 16 besar Thailand Open pekan lalu, dengan skor 21-19, 19-21, dan 14-21.

Ana mengatakan, keberhasilannya tidak lepas dari keberhasilannya bertransisi ke lapangan. “Hari ini kami bisa bermain bagus dan menang. Yang penting kami bisa beradaptasi dengan baik di lapangan karena sejak datang dari Thailand kami tidak sempat latihan di lapangan pertama,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa mereka belum bisa menguji cawan tersebut. Namun, ia dan Tiwi berusaha beradaptasi secepat mungkin dengan lapangan.

Di babak 16 besar, Ana/Tiwi akan bertemu Keng Shu Liang/Zhang Chi. Ganda Tiongkok sukses melaju ke babak selanjutnya setelah mengalahkan ganda Taiwan Hung Yi-Ting/Lee Yu Hsuan, 21-14 dan 21-15. 

Read More : Profil Ketua BP Danantara Muliaman Hadad yang Punya Harta Kekayaan hingga Rp 39,14 Miliar

“Besok di babak kedua kita akan bertemu dengan pasangan China. Kita lihat video pertandingan lawan dan berdiskusi dengan pelatih. Yang perlu dilihat adalah performa dan keterbukaan mereka. Biasanya pemain China bekerja cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Tiwi mengaku dirinya dan Ana sudah melihat rekaman video permainan lawannya. Mereka sejak awal sudah mempersiapkan strateginya untuk bertemu pasangan peringkat 39 itu. 

Baru poin pertama yang lepas. Lalu kita usahakan aman, kita bisa bermain bagus. Sekarang nanti banyak lawan yang mati sendiri, kata Tiwi. 

Tiwi pun menegaskan, di game kedua model permainannya bersama Ana semakin meningkat. Kesesuaiannya di lapangan bahkan lebih baik. “Makanya perbedaan di bagian perut menjadi hal yang besar. Kami selalu lebih nyaman bermain,” kata atlet asal Sukoharjo itu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *