Lampung Selatan, Beritasatu.com – Sejumlah ibu-ibu di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan turut serta dalam perbaikan jalan komunikasi antar desa yang rusak. Warga bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan tersebut sendiri, karena kondisi jalan yang rusak parah belum diperbaiki oleh Pemerintah Negara Bagian (Pemkab) Lampung Selatan.
Read More : BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Indonesia 3 Hari ke Depan, Waspadai Wilayah Ini
Puluhan ibu-ibu di Dusun II, Desa Jatimulio, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan tampak antusias bersiap berjemur di bawah terik matahari saat jalan penghubung desa mereka diperbaiki, Kamis (7/11/2024).
Jalan yang diperbaiki ibu-ibu ini merupakan jalan yang menghubungkan tiga desa di Lampung Selatan, Kecamatan Jati Agung, yakni Desa Jati Mulyo, Desa Karang Sari, dan Desa Fajar Baru.
Selain menghubungkan ketiga desa tersebut, jalan ini juga menjadi akses utama aktivitas sehari-hari warga dan menjadi jalan penghubung menuju Bandar Lampung.
Dulu, jalan yang rusak parah diperbaiki dengan beton keras atau penuangan. Biaya perbaikan ditanggung oleh penduduk setempat.
Salah satu ibu peserta perbaikan, Viji Astuti (43), mengatakan, jalan di desa tersebut rusak parah dan tidak pernah diperbaiki sebelumnya.
“Jalan di desa kami rusak parah. Berbeda dengan yang lain, jalannya bagus,” kata Viji Astuti.
Menurut Viji Astutik, kerusakan jalan pedesaan sepanjang 2 kilometer itu semakin parah saat musim hujan. Selain lumpur, jalanan juga tergenang air dan licin sehingga banyak pengendara sepeda motor terjatuh.
“Saat hujan kondisi jalan semakin parah, becek dan licin. Banyak warga yang terjatuh dari sepeda motornya di sini,” kata Viji Astuti.
Viji Astuti mengatakan desanya telah rusak parah selama puluhan tahun namun belum diperbaiki. Beberapa usulan sudah disampaikan warga, namun pihak desa dan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum juga memperbaikinya.
Read More : 5 Personel Polda Riau Raih Anugerah Bintang Bhayangkara Nararya dari Jokowi
“Sudah puluhan tahun rusak, sudah rusak sejak saya masih kecil,” kata Viji Astuti.
Dusun II, 180 Kepala Keluarga (CC) dari empat penjuru (TR) terlibat dalam perbaikan jalan di Desa Jatimolyo. Mereka secara sukarela memperbaiki jalan desa dengan menyumbangkan minimal Rp 100.000 dan material.
Budi Laksana (50), salah satu pengendara sepeda motor yang melintas di jalan yang sedang diperbaiki itu, mengucapkan terima kasih atas perbaikan jalan yang dilakukan sendiri dan atas partisipasi warga, termasuk para ibu-ibu.
Jawaban saya ya, membuat desa mandiri, kata Budi.
Menurut Budi, jalan ini merupakan jalan pedesaan di perbatasan Bandar Lampung sehingga memiliki fungsi yang sangat penting bagi warga.
“Jalan ini merupakan jalan yang menghubungkan tiga desa di perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung,” kata Budi.
Perbaikan jalan yang dilakukan sendiri oleh warga diharapkan menjadi tolok ukur pembangunan mandiri desa lain, termasuk perbaikan jalan yang terbengkalai oleh pemerintah.