Batavia, Beritasatu.com – Guna menggairahkan kinerja ekspor nasional, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) akan memperkuat ekosistem ekspor dengan melakukan kerja sama asuransi kredit untuk mendorong tugas khusus bagi usaha kecil dan menengah. ekspor. Badan Usaha (PKE UKM).
Read More : Temuan Kepala dari Tanah Liat Berwajah Alien Berusia 7.000 Tahun Lalu Bikin Bingung Arkeolog
Kedua Lembaga Perkreditan Ekspor Indonesia (ECA) ini berkomitmen untuk memberikan solusi asuransi kredit yang komprehensif tidak hanya dalam hal pembiayaan melalui program PKE UKM, namun juga dalam hal asuransi kredit atas pembiayaan yang bersangkutan. Tentu saja hal ini merupakan upaya untuk mengatasi tantangan usaha kecil dan menengah guna meningkatkan ekspor dan daya saing di pasar global. Sinergi LPEI dengan ASEI bertujuan untuk memberikan asuransi kredit terstruktur bagi UKM eksportir terhadap risiko gagal bayar dengan cakupan saat ini sebesar 70%.
Penandatanganan kerja sama strategis tersebut ditandatangani bersama oleh Berlianto Vibowo, Kepala NIA, Pemasaran dan LPEI, serta Ilham Mustafa, Kepala Assurance dan Asuransi LPEI, pada Jumat (28/6/2024) di kantor pusat LPEI Batavia. Bersama Chief Technical Officer Asuransi Asei Irsyam Fasya dan Head of Marketing Asuransi Asei Edi Apriansa. Acara ini juga disaksikan oleh Maqin U. Norhadi Maqin U. Norhadi Development Insurance dan Direktur Utama LPEI yaitu Rachman Notowibowo Achmad Sudiyar Dalimunthe dan Agus Sulih Purwanto.
“Kerja sama LPEI dan ASEI akan memberikan dampak positif bagi UKM dan meningkatkan kepercayaan UKM dalam pengembangan produk serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi UKM Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” ujarnya. Makin U. Norhadi meningkat.
Menurut Presiden ASEI Ahmad Sudiyar Dalimunte, kerja sama Asuransi Asei dan LPEI menunjukkan kontribusi kedua lembaga terhadap perbaikan ekosistem ekspor nasional.
“Dukungan yang diberikan kepada kedua organisasi ini diharapkan dapat mempercepat laju ekspor UKM yang pada akhirnya akan meningkatkan kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional,” kata Ahmad.
Seperti halnya Badan Kredit Ekspor Indonesia (ECA), Asuransi Asei telah menjalin kerja sama yang baik dengan LPEI yang merupakan bagian dari Bern International Association. Diharapkan kerja sama ini dapat mencapai pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan bagi kedua belah pihak. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang telah berhasil memberikan fasilitas asuransi bersama untuk kargo laut. Kolaborasi ini merupakan sinergi nyata antara lembaga di bawah Kementerian Keuangan RI dan Kementerian BUMN RI dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia dan ekosistem ekspor.
Program PKE UKM LPEI merupakan amanah pemerintah melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 409/KMK.08/2021 yang bertujuan untuk mendukung sektor ekspor usaha kecil dan menengah. Tujuan ini merupakan bukti nyata keterlibatan pemerintah dalam mendorong UKM agar berani go global. Hingga 27 Juni 2024, LPEI telah mengalokasikan sumber daya PKE UKM sebanyak Rp1,052 miliar untuk mengekspor suku cadang ke lebih dari 65 negara.
Read More : PKB: Mudik 2025 Harus Tetap Aman meski Ada Efisiensi Anggaran
LPEI tidak hanya mendukung UKM eksportir dalam program PKE UKM, namun UKM eksportir dapat menggunakan program PKE lain sesuai profil/karakteristik ekspor yang ada, antara lain PKE regional (untuk pasar negara non-tradisional) dan PKE perdagangan selain dukungan tersebut Pasar juga sedang mempersiapkan Komodoin yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan pertemuan penjual dan pembeli (business matching). Kenyamanan dan ketersediaan layanan lengkap di pasar diharapkan dapat mendorong operator berorientasi ekspor untuk berani go global.
Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terhadap produksi kini mencapai 15% dan diperkirakan mencapai 17% pada tahun 2024. Untuk mendukung tujuan pemerintah. , LPEI mengembangkan ekosistem yang dapat mendukung pelaku UKM global, bekerja sama dengan pejabat pemerintah di bidang perdagangan, yaitu Atase Perdagangan dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di lima benua.
LPEI terus meningkatkan dukungan terhadap UKM berorientasi ekspor untuk menjawab tantangan pasar terkait kualitas, kuantitas dan keberlanjutan produk ekspor.
“LPEI juga kini sedang mempersiapkan marketplace bernama Komodoin yang dirancang khusus untuk edukasi, ekspor layanan data, inkubasi, capacity building tool, dan tempat bertemunya penjual dan pembeli (disesuaikan dengan pelaku usaha).