Toraja Utara, Beritasatu.com – Gempa susulan yang terjadi di Desa Tallang Sura’, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tak hanya meluluhlantahkan rumah 4 orang dan mematikan akses internet kota, namun membuat kuburan (kuburan) mereka hampir terkubur. .
Read More : Arab Saudi vs Indonesia: Jay Idzes Jadi Kapten Skuad Garuda
Meski kondisi tanah masih becek dan labil, warga berupaya mengungsi dari kuburan yang kini terancam roboh akibat tertimpa pepohonan dan material tanah dari bukit.
“Cuma mirisnya, peti mati di bawah hampir (tertimbun) akibat ledakan,” warga, Natan, Minggu (12/5/2024).
Jenazah yang dikeluarkan dari kuburnya dikeluarkan oleh warga sekitar yang letaknya tak jauh dari lokasi kecelakaan. Hal itu dilakukan karena kondisi kuburan di sekitar lokasi kini terancam bebatuan dan tanah yang berjatuhan dari perbukitan.
“Kami imbau masyarakat mengumpulkan semampunya dari bawah, kondisi tanah masih labil,” imbuhnya.
Selain itu, truk pengangkut barang-barang rumah tangga dan perlengkapan penting yang digunakan sebagai alternatif pencegah gempa juga ikut terjatuh, sehingga personel TNI Kodim 1414 Tana Toraja dibantu warga sekitar kesulitan menarik mobil tersebut agar tidak terguling. ke laut.
Read More : Interior Hyunda Creta Listrik Terungkap, Tanggal Peluncuran Belum Diumumkan
Danramil Sanggalangi, Inf Letkol Safri Dasi mengatakan “Truk tersebut menggunakan cara lain untuk mencegah gempa, kami dari Koramil mengevakuasi truk tersebut,” kata Danramil Sanggalangi, Inf Letkol Safri Dasi.
Sementara itu, sejumlah keluarga yang terkena dampak gempa tidak dapat menyelamatkan diri karena longsor dari gunung setinggi 1 km masih sangat berbahaya karena situasi masih basah.