Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Badan Pertahanan Nasional (Lemhanna) sebagai Hasan Syadzily telah mengingatkan kondisi geopolitik geopolitik global saat ini. Ini tersebar luas di acara wawasan kewarganegaraan Lemhan, yang berlangsung pada hari Senin (30 Juni 2015).

Read More : Hijab Shimmer dan Flowy Masih Menjadi Tren dan Digemari Masyarakat

ACE memperkirakan bahwa dunia saat ini memasuki kelainan besar atau lebih -yang disebut periode VUCA, cepat (tidak stabil), tidak pasti (ketidakpastian penuh), kompleks (rumit) dan ambigu (ambigu).

Menurutnya, situasi global bahkan mulai bergerak menuju fase ekstrem, yaitu era Bani. Nora (rapuh), cemas (cemas), non -linier dan tidak dapat dipahami (sulit dimengerti). “Bahkan sekarang kita mengarah ke Bana, yang penuh dengan kecemasan dan ketidakpastian yang ekstrem,” kata Ace dalam komentarnya.

Dia menjelaskan bahwa persaingan antara negara -negara besar seperti AS, Cina dan Rusia sekarang tidak hanya kekuatan militer, tetapi juga memasuki medan perang ekonomi (perang dagang), teknologi dan dunia cyber. Situasi seperti itu disebut ace, yang dapat menghambat stabilitas sosial -budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Perang global sekarang juga di bawah pengaruh teknologi informasi dan perang dunia maya yang memengaruhi penetrasi disorientasi budaya kita,” katanya.

Ace juga menyoroti perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan negara. Dia mengatakan bahwa pendekatan unipolar dan multipolar sekarang mulai berubah terhadap pendekatan yang realistis, dan masing -masing negara semakin menekankan kepentingannya sendiri, terlepas dari komitmen terhadap hubungan bilateral yang ada.

Read More : Indonesia Negosiasi Tarif Trump, AS: Hasilnya Untungkan Kedua Pihak

“Hubungan antar negara sekarang semakin fokus pada kepentingan nasional. Ini adalah tantangan besar bagi stabilitas regional dan global,” kata Ace.

Peringatan Lemhanna adalah sinyal penting bagi semua pihak, terutama pemerintah dan lembaga strategis, bahwa mereka lebih penuh perhatian dan fleksibel untuk memenuhi dinamika global yang terus berubah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *