TOKYO, BERITASATU.COM – Pada hari Senin (6.1.2025), sebuah ledakan muncul di gudang bom penutupan di database Air Kadena Kadena, Jepang, Jepang. Karena insiden itu, empat seni bela diri Jepang (SDF) menderita cedera, meskipun tidak ada yang dalam kondisi kritis, petugas pemadam kebakaran lokal melaporkan.

Read More : China Kerahkan 2 Kapal Induk Sekaligus di Pasifik, Jepang-Taiwan Siaga

Akira Weunten, seorang perwakilan dari Brigade Pemadam Kebakaran Okinawa, menjelaskan bahwa ledakan itu datang ketika staf SDF membersihkan karat pada beberapa subjek untuk menentukan apakah subjek tersebut merupakan bom aktif. Proses ini dilakukan di salah satu gudang di kompleks militer AS di pulau Jepang Selatan.

“Empat anggota SDF terluka dan segera pergi ke rumah sakit,” kata Kauunten kepada AFP. Namun, laporan dari Jiji Presa dan media lokal lainnya mengatakan bahwa cedera yang diderita oleh para korban tidak berbahaya.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengkonfirmasi ledakan yang terjadi di database Air Kadena, salah satu pangkalan militer AS terbesar di Asia Timur, yang terletak di provinsi Okinawa.

Okinawa memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan Angkatan Darat AS. Selama Perang Dunia II, wilayah ini menjadi garis utama pertahanan Jepang sebelum invasi Angkatan Darat AS. Lebih dari seperempat warga sipil meninggal di Pertempuran Okinawa pada tahun 1945.

Meskipun perang berakhir pada tahun 1945, pendudukan AS Okinawa hanya secara resmi berakhir pada tahun 1972 dengan perjanjian bilateral Jepang. Namun, Jepang masih mengizinkan kehadiran Angkatan Darat AS di wilayah tersebut dalam perjanjian tersebut.

Read More : Ratusan Pemotor Terluka Dampak Tumpahan Cairan Kimia Truk Tangki di Padalarang

Saat ini, sekitar 70% dari total tanah militer AS di Jepang ada di Okinawa. Lebih dari 50.000 orang militer AS dipasang di Jepang, setengahnya berada di wilayah ini, termasuk Angkatan Udara Kaden.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi tentang penyebab pasti ledakan tersebut. Otoritas militer Jepang dan AS sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan bahan peledak berbahaya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *