Magelang, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto baru pertama kali datang mengikuti pawai. di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang, Jumat pagi (25/10/2024),ย 

Read More : Samsat Keliling Tersedia di Mal Artha Gading, Pasar Gintung Ciputat, hingga Lippo Cikarang

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, Prabowo tiba di hadapan para menteri, menteri, pimpinan organisasi, perwakilan khusus, dan staf khusus presiden.

Yang mengejutkan, ketika Kabinet tiba di panggung, Presiden Prabowo Subianto tampil sebagai orang pertama yang tampil di panggung. Presiden Prabowo memberi contoh sebagai pemimpin yang mandiri, kata Hasan dalam pidatonya dan staf khusus Presiden berkumpul di halaman Akademi Militer Magelang pada Jumat, 20 Oktober 2024 – (Kantor Komunikasi Presiden/Hasan Nasbi)

Hasan menjelaskan, pawai diawali dengan latihan bersama yang dipimpin pelatih dari Akademi Militer Magelang.ย 

Setelah kurang lebih 30 menit latihan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan marching. Menteri, wakil menteri, kepala lembaga, dan penasihat khusus Presiden dibagi menjadi lima kelompok.

โ€œSetiap tim ditugaskan tiga orang pelatih penggerak,โ€ jelas Hasan.

Hasan mengatakan, Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir dalam acara tersebut.

Read More : Ini Keunikan 10 Tempat Ngabuburit Asyik di Jakarta Saat Ramadan 2025

Hasan mengatakan, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pertandingan tersebut bukan untuk latihan militer, melainkan bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan aktivitas pemerintah.

Maklum, dalam acara yang digelar pada 25-27 Oktober 2024 itu, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan memberikan arahan teknis dan kepemimpinan kepada masing-masing kementerian agar bisa saling mengenal.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Rapat Kabinet Pertama di Kantor Presiden, Rabu (23/10/2024), berharap pelatihan menteri di Akademi Militer dapat memberikan pengetahuan kepada para menteri tentang budaya keberanian dan keberanian, karena . Magelang pernah menjadi pusat protes pada masa kolonial.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *