Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga Administrasi Negara (LAN) memulai serangkaian program pelatihan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan pelatihan teknologi berbasis AI bagi ASN rencananya akan dilakukan secara tatap muka dan daring.
Read More : 4 Hari Dicari, 2 Warga Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal di Batang Kambang
Program ini merupakan hasil kerjasama LAN dengan Tony Blair Institute for Global Change (TBI) dan Apolitik. Acara peresmian nota kesepahaman LAN dengan dua lembaga global digelar pada Jumat (25 Oktober 2024) di Jakarta.
Untuk program pelatihan ini, LAN menyatakan akan menyasar ASN di sektor jasa baik dari tingkat manajemen maupun pegawai baru. Nantinya, sebanyak 1.000 ASN akan mengikuti pelatihan tahap awal, untuk periode hingga akhir tahun 2024.
“Kami akan memberi mereka pelajaran kepemimpinan (dimulai dari) karena ini sangat penting.” “Merekalah yang nantinya akan memastikan penerapan teknologi AI yang memberikan solusi nyata (dalam pelayanan pemerintah),” kata Plt Kepala LAN Muhammad Taufik saat ditemui wartawan usai acara.
Taufik menegaskan, peran ASN sebagai pengambil kebijakan dan pelayan publik harus memiliki kompetensi maju di bidang digital. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir setiap pegawai yang pada akhirnya bermuara pada keberhasilan program transformasi digital di pemerintahan.
Sebagai salah satu program prioritas pemerintah, peningkatan kapabilitas digital ASN dapat mendukung peningkatan kualitas reformasi birokrasi di Indonesia. Taufik mengatakan kerja sama dan kolaborasi ini diharapkan dapat mempersiapkan ASN dalam mendukung percepatan transformasi digital.
Read More : Debat Pilgub Jatim 2024, Khofifah-Emil Targetkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara
“Jadi kelas ini tidak hanya memberikan ilmu, tapi juga mendorong ASN untuk berinovasi.” Inovasi ini terutama berupa penggunaan teknologi AI untuk mengefektifkan pelayanan dan kelancaran birokrasi pemerintahan, kata Taufik.
Melalui kerja sama ini, TBI dan Apolitik akan mengembangkan dan menyajikan modul pelatihan tentang kecerdasan buatan dan manajemen pemerintahan digital. Mereka juga memfasilitasi kesempatan belajar bagi peserta yang dirancang khusus untuk kebutuhan pegawai ASN di Indonesia.