Jakarta, Beritasatu.com – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), perusahaan real estate yang berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur, melaporkan laba bersih sebesar Rp62,1 miliar pada kuartal III 2024, meningkat 226,8% dibandingkan kuartal III seperempat. Kuartal tahun 2024. Tahun 2023 berarti hanya Rp 19 miliar.

Read More : KPU DKI Pastikan Ahok dan Anies Tak Bisa Berduet di Pilgub Jakarta

Perusahaan berharap kinerjanya membaik di bawah pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang berencana memberikan keringanan pajak properti hingga 16%.

Ekspektasi kami terdongkrak dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang menghapuskan pajak bumi dan bangunan hingga 16%, kata Direktur PT Wulandari Bangun Laksana Daniel Wirawan di Jakarta, Rabu (16/10/2024), dilansir Investor Daily. .

Prabowo Subianto berencana memberikan insentif berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sekitar 16% untuk pembelian properti. Hal ini disampaikan oleh Hashim S Jojohadikusumo, Ketua Pokja Perumahan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan properti Volandari, kata Daniels.

Pada kuartal III tahun 2024, BSBK mencatatkan pendapatan sebesar Rp263,4 miliar, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 (Rp234,7 miliar). Peningkatan ini terutama didorong oleh penjualan apartemen dan kondominium yang tumbuh sebesar 14,2% year-on-year menjadi Rp 130,5 miliar. Selain itu, sektor pusat perbelanjaan seperti Pentacity menyumbang Rp44,7 miliar dengan pertumbuhan 21,2%.

Okupansi Pusat Perbelanjaan Pentacity juga meningkat menjadi 90,68% dari 82,82% pada kuartal ketiga tahun 2024, sedangkan Pusat Perbelanjaan E-Walk sedikit meningkat menjadi 97,98%.

Read More : Pilkada Jatim 2024: Tri Risma-Zahrul Azhar Asumta Unggul Telak di TPS Risma Mencoblos

Okupansi hotel Astara meningkat dari 64% pada triwulan II tahun 2024 menjadi 73% pada triwulan III tahun 2024. Pada saat yang sama, okupansi Hotel Pentacity meningkat dari 80% menjadi 83%.

Pada kuartal III 2024, aset perseroan mencapai Rp2,507 triliun, naik dari Rp2,494 triliun pada akhir Desember 2023. Perseroan mengurangi utang bank jangka panjang sebesar 2,95% dari Rp 808,6 miliar menjadi Rp 784,8 miliar. Dari sisi ekuitas terjadi peningkatan 2,2% dari Rp1,685 triliun menjadi Rp1,722 triliun.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *