Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan kargo PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang melaporkan kenaikan laba sebesar 483,8% pada tahun 2023, menargetkan peluang bisnis di sektor transportasi laut untuk mendukung industri minyak, gas, dan batubara pada tahun 2024. .

Read More : Presiden Prabowo Subianto Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di 4 Provinsi Baru Papua

“Industri kargo, khususnya bahan baku seperti batu bara dan nikel, memiliki prospek cerah bagi perusahaan pelayaran dalam negeri,” kata Direktur Utama Bina Buana Raya Perkapalan Nasional (BBRM) Na’im Machzyumi, dalam paparan publik secara virtual, dikutip di Jakarta, Jumat. (21/06/2024).

Na’im menjelaskan inisiatif yang dilakukan BBRM untuk menangkap peluang bisnis di bidang kargo, karena batu bara masih menjadi sumber energi utama di sejumlah negara, termasuk Indonesia. “Dalam konteks tren penggunaan energi baru terbarukan (EBT), peningkatan kebutuhan energi diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi kapal pengangkut batubara,” tambahnya.

Di sektor pelayaran migas, seiring dengan langkah pemerintah yang menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2032, maka kegiatan pengeboran dan distribusi minyak akan meningkat. “Untuk mendukung program ini akan banyak dilakukan pengeboran lepas pantai dan hal ini akan berdampak pada industri pendukung yang merupakan salah satu segmen usaha BBRM,” jelasnya.

Dikatakannya, selain memperkuat armada di sektor pendukung minyak, gas, dan batubara, BBRM menjajaki peluang diversifikasi kapal berdasarkan kebutuhan pelanggan dan kondisi geografis. Perusahaan ini memperluas operasinya ke pasar baru, seperti pembuatan kapal, energi angin lepas pantai, dan pertambangan laut dalam. Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih lanjut tahapan ekspansi, termasuk rencana penambahan kapal.    

Saat ini BBRM memiliki tiga kapal self-propelled barge (SPB) dan satu kapal AHTS (tug jangkar handling). Kapal-kapal ini digunakan untuk menambatkan platform, mengirim peralatan dan personel ke lepas pantai, dan mendukung operasi pengeboran. Selain itu, BBRM memiliki tongkang self-propelled yang berfungsi sebagai alat transportasi bagi perusahaan pertambangan.

Read More : Berfluktuasi, IHSG Selasa 24 September 2024 Naik Tipis 2,76 Poin

Selama tahun 2023, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) berhasil meraup laba bersih sebesar $4,05 juta, meningkat 483,8% dibandingkan tahun 2022 sebesar $692,000. Pendapatan perusahaan mencapai $10,54 juta, naik 13,02% dari $9,33 juta pada tahun 2022.

Aset perusahaan pada tahun 2023 akan meningkat 2,3% dari $34,01 juta menjadi $34,7 juta. Pada aset kelolaan, aset bersih mencapai 29,7 juta dolar, naik 16% dari sebelumnya 25,7 juta dolar. Sementara itu, utang usaha turun 39% menjadi $5,02 juta dari $8,2 juta pada tahun sebelumnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *