JAKARTA, BERITASATU.COM – Kantor ritme tiba di pengiriman kepala babi pada hari Rabu (Maret 1925). Kepala babi itu dibungkus dengan styrofoam kotak kardus dan diberi Francesca Nadimaku Christy Rosan, jurnalis pastoran politik dan menjadi tuan rumah Alus Politika bocor. Hakim untuk Bantuan Hukum (LBH Sudsus) sangat mengutuk teror kepala babi.
Read More : Warga Cikarang Dibuat Panik, Hujan dan Angin Kencang Bikin Atap Stadion Wibawa Mukti Terbang
Departemen Keamanan TEMPO pertama kali menerima paket yang berisi honik kepala sekitar 16:15, tetapi dia hanya tiba di tangan Cice pada hari Kamis 15.00 WIB (20.5.2025).
Justice LBH juga sangat mengutuk pekerjaan teroris fisik di kantor ritme ini. Menurut mereka, pengiriman kepala babi adalah bentuk intimidasi yang dirancang untuk membungkam kebebasan mencetak dan mengancam keselamatan jurnalis.
“Kami sangat mengutuk kengerian kepala babi ini. Pengiriman babi adalah simbol intimidasi yang sangat ofensif dan bertujuan untuk takut takut akan jurnalis, terutama dalam ritme dan jurnalis lain pada umumnya.”
Hammim menekankan bahwa kebebasan mencetak adalah kolom utama demokrasi. Kengerian kepala babi seperti ini bukan hanya ancaman bagi jurnalis, tetapi juga memiliki potensi untuk memerintahkan kebebasan yang dijamin oleh dijamin oleh hukum.
Read More : Prediksi Susunan Pemain Piala FA Man City vs Chelsea
Keadilan LBH meminta polisi untuk segera melakukan penyelidikan mendasar dalam kasus ini dan menangkap para pelaku terorisme. Mereka juga mengundang semua elemen masyarakat untuk menyatukan pola intimidasi terhadap jurnalis dan media massa.
“Kami mengundang semua orang untuk mendukung kebebasan pers dan perlindungan jurnalis dari semua bentuk ancaman dan intimidasi,” tambah Hamim.