Jakarta, Beritasatu.com – Federasi Kamar Dagang dan Industri Jepang di ASEAN (FJCCIA) bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN di Jakarta, Indonesia pada Rabu (17/7/2024). Pertemuan tersebut membahas peran perusahaan Jepang dalam pertumbuhan ekonomi ASEAN.

Read More : Jalani Pemeriksaan Tambahan, Agus Buntung Dicecar 20 Pertanyaan

Presiden FJCCIA Takero Sawamura mengatakan, tujuan utama pertemuan ke-16 antara pihaknya dengan Sekjen ASEAN adalah untuk menyampaikan permintaan dan usulan dunia usaha Jepang kepada ASEAN serta harapan terhadap program baru bagi Perekonomian ASEAN. Masyarakat. Masyarakat atau MEA) setelah tahun 2025.

โ€œDalam diskusi ini, kami memberikan informasi terkini mengenai aktivitas bisnis dan status keuangan perusahaan Jepang di ASEAN. Kami juga ingin mengetahui ekspektasi dan permintaan ASEAN terhadap perusahaan Jepang tersebut,โ€ kata Sawamura dalam konferensi pers di Sekretariat ASEAN. bangunan. . , Jakarta , Rabu (17/7/2024).

Sawamura menjelaskan, FJCCIA yang mewakili pengusaha Jepang yang memiliki ikatan bisnis di ASEAN telah membuat serangkaian proposal untuk berkontribusi terhadap stabilitas masa depan ASEAN, mulai dari pembangunan manusia hingga upaya menjadikan ASEAN sebagai tujuan bisnis yang menarik.

Rekomendasi tersebut terangkum dalam enam pilar rekomendasi FJCCIA yang diberi nama โ€œEnam Pilar Proposal FJCCIA 2024โ€.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Horne menambahkan pertemuan tersebut juga digelar dalam rangka merayakan 50 tahun persahabatan dan kerja sama ASEAN dan Jepang. Menurutnya, Jepang sudah menjadi mitra utama ASEAN.

Harapannya, ASEAN dan Jepang dapat semakin mempererat hubungan melalui berbagai program dan proyek bersama, terutama dengan meningkatkan daya saing dan daya tarik ASEAN sebagai tujuan investasi di mata dunia.

Enam pilar rekomendasi FJCCIA adalah sebagai berikut:

Pilar pertama: pasar tunggal dan wilayah produksi yang terhubung dengan baik. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN menjaga pasar tetap terbuka untuk perdagangan dan investasi; menghilangkan hambatan non-tarif dan mengurangi kebijakan yang mendistorsi pasar; mempromosikan Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA) dan ASEAN Single Window (ASW); serta menciptakan lingkungan kompetitif yang adil dan berdasarkan aturan, mengatasi praktik bisnis yang tidak adil, dan memperkuat tata kelola.

Read More : Dapat Bintang Maha Putra dari Jokowi, Ahmad Muzani Merasa Terhormat

Pilar Kedua: Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN berbagi peta jalan menuju netralitas karbon; meningkatkan fasilitasi dan sistem perdagangan energi terbarukan serta sertifikat ketenagalistrikan dan kredit karbon di kawasan; dan mendorong investasi berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Pilar Tiga: Ekonomi Digital dan Inovasi serta Teknologi Berkembang. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN mendorong ekonomi digital; Melakukan pelarangan tegas terhadap barang palsu di e-commerce; dan menciptakan kerangka hukum dan sistem data digital serta pengelolaan data.

Pilar keempat: ASEAN berperan penting dalam masyarakat dunia. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN mendorong penerapan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan memperkuat Kemitraan Ekonomi Komprehensif ASEAN-Jepang (AJCEP).

Pilar kelima: ASEAN dengan sumber daya manusia yang kuat dan melimpah. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN memperkuat koordinasi dan stabilitas rantai pasokan serta mengembangkan sumber daya manusia.

Pilar keenam: Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN menyelesaikan masalah lingkungan hidup di tingkat lokal.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *