Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri mencapai US$ 403,9 miliar (Rp 6,475 triliun) pada triwulan I 2024, dari sebelumnya US$ 408,5 miliar pada triwulan IV 2023. Rp 6,555 triliun) . Utang luar negeri Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 0,02% (y/y) setelah tumbuh sebesar 3% (y/y) pada kuartal pertama.

Read More : Masyarakat Keluhkan Skytrain di Bandara Soetta Tak Beroperasi

โ€œUtang luar negeri Indonesia akan berkurang pada kuartal I-2024 karena adanya pinjaman pemerintah dan swasta,โ€ kata Kepala Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Rabu (15/5/2024) seperti dilansir Investor. setiap hari.

Erwin melaporkan rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) turun menjadi 29,3% dari 29,8% pada kuartal pertama, yang menunjukkan kondisi kesehatan yang buruk. Total utang luar negeri Indonesia sebesar 86,8% dari total utang luar negeri.

Saat ini, ULN pemerintah mencapai US$ 192,2 miliar pada kuartal I-2024, dibandingkan US$ 196,6 miliar pada kuartal I. Secara tahunan, ULN pemerintah mengalami kontraksi sebesar 0,9% (y-o-y) setelah meningkat sebesar 5,4% (y-o-y) pada triwulan I.

Penurunan ULN pemerintah disebabkan oleh adanya pengalihan dana investor non-residen dari Surat Berharga Negara (SBN) daerah ke investor asing seiring ketidakpastian pasar mata uang internasional.

Read More : Gaet Vidi Aldiano, BRI Edukasi Masyarakat Hindari Modus Penipuan Lewat Lagu

Situasi ULN relatif aman dan terkendali karena ULN jangka panjang hampir tereliminasi hingga 99,98% dari total ULN pemerintah, kata Erwin.

Namun, posisi utang swasta pada kuartal I 2024 sebesar US$ 197,0 miliar, turun dibandingkan kuartal I sebesar US$ 198,4 miliar. Secara tahunan, ULN tumbuh sebesar 1,8% (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,2% (year-on-year).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *