Jakarta, Beritasatu.com – Perdana Menteri Bengkulu Rohidin Mersyah ditangkap KPK pada Sabtu (23/11/2024), karena diduga merekrut pejabat dan menerima penghargaan. Saat itulah Rohidin ditangkap.

Read More : Gerindra Kembali Buka Ruang untuk Bergabungnya PKS dalam Koalisi

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ditangkap KPK bersama tujuh pimpinan daerah. Mereka kemudian dibawa ke Jakarta dan tiga pria termasuk Rohidin ditetapkan sebagai tersangka. Sisanya dipulangkan ke Bengkulu.

Penangkapan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bermula dari informasi yang diterima KPK pada Jumat (22/11/2024) yang diyakini diterima oleh pembantu Rohidin, Evriansyah, dan Sekretaris Daerah Bengkulu Isnan Fajri. Rohidin. 

Pada Sabtu (23/11/2024) Satgas Anti Terorisme bergerak ke Bengkulu untuk melakukan operasi tantangan atau OTT dari pagi hingga sore hari. 

Orang pertama yang ditangkap Bareskrim (KPK) adalah Direktur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bengkulu, Syarifudin. Mereka kemudian menangkap Direktur Dinas Kelautan dan Perkapalan Bengkulu Syafriandi, lalu Direktur Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan Saidirman, dan Direktur Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Bengkulu Ferry Ernest Parera.

KPK kemudian menangkap Menteri Utama Bengkulu Isnan Fajri, Direktur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkulu Tejo Suroso, dan kemudian Evriansyah.

Sedangkan Gubernur Bengkulu Rohidin ditangkap KPK sekitar pukul 20.30 WIB malam.

Direktur Penyidikan Asep Guntur mengatakan, Satgas Reskrim sudah menyelidiki gerak-gerik Rohidin sejak awal. Namun saat hendak ditangkap, Rohidin melarikan diri ke Bengkulu Utara.

Read More : Begini Kondisi Rumah Jabatan DPR yang disebut Tak Layak Huni

“Setelah kita tangkap, dia berangkat ke Padang, Bengkulu Utara, 3 jam perjalanan,” kata Asep dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2024).

Satgas KPK akhirnya berhasil mencegat kendaraan Rohidin di Serangai, Bengkulu Utara. Rohidin, calon presiden Bengkulu, dibawa ke Polres Bengkulu untuk dimintai keterangan. Namun kelompok pendukung Rohidin berkumpul di Polres Bengkulu. Mereka mencegat mobil polisi yang diduga dibawa Rohidin. 

“Penggemar RM banyak di sekitar Polrestabes,” kata Asep.

Untuk mengatasi situasi tersebut, KPK bertindak menyerang Rohidin dari Polres Bengkulu, Minggu (24/11/2024). Rohidin yang mengenakan seragam polisi kemudian membawa mobil ke Bandara Fatmawati untuk terbang ke Jakarta. 

“Ini adalah trik agar tidak menjadi incaran bagi mereka yang mencintai luar angkasa,” kata Asep.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *