Jakarta, Beritasatu.com – Petarung Demetrious Johnson terang-terangan mengkritik ketimpangan pendapatan para atlet UFC dan meyakini One Championship adalah penyelamat karena pembayarannya sangat adil.

Read More : Agar UMKM Berdaya Saing, Indef Minta Pemerintah Fokus pada 3 Hal Ini

Seorang petarung MMA asal Amerika Serikat mengatakan, bayaran yang diterima petarung UFC jauh dari kata adil jika dibandingkan dengan pendapatan promotor.

Dalam wawancara dengan MMA Fighting, Johnson mengatakan bahwa data antimonopoli dari UFC mengungkapkan bahwa atlet hanya memperoleh 16-20% dari total pendapatan promotor. 

Persentase ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan organisasi olahraga lain seperti NBA dan NFL, yang memberikan sekitar 50% keuntungannya kepada atlet.

“Saat saya mencatat semua yang saya perjuangkan di UFC, saya benar-benar kecewa. Saya bertarung 17 kali, termasuk 12 perebutan gelar, tapi jumlah yang saya dapatkan sangat kecil dibandingkan dengan apa yang didapat UFC,” ujarnya.

Johnson mengaku rasa frustrasinya semakin bertambah ketika membandingkan kemenangannya sebagai juara dunia dengan atlet lain yang tidak pernah meraih gelar. 

“Kalau itu yang saya rasakan sebagai juara dengan 11 gelar, saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan atlet lain seperti Joseph Benavidez atau John Dodson,” imbuhnya.

Read More : Ratusan Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Aceh Timur

Namun Johnson menyebut kepindahannya ke One Championship pada tahun 2018 sebagai titik balik dalam hidupnya. Di bawah bendera organisasi yang berbasis di Singapura ini, Johnson jauh lebih dihargai, baik secara finansial maupun penghargaan sebagai seorang atlet.

“Kejuaraan memberi saya peluang baru. Saya merasa sangat dihargai di sana dan itu jelas berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya,” kata Johnson.

Meski sering mengkritik sistem UFC, Johnson menegaskan tidak menyimpan dendam. Dia juga mendapat pujian dari CEO UFC Dana White, yang menyebutnya sebagai orang yang layak dilantik ke dalam UFC Hall of Fame.

“Saya bersyukur atas perjalanan saya di UFC. Mereka memberi saya landasan untuk membangun karier saya. Namun saya bangga mengambil keputusan untuk pindah ke ONE Championship, yang mengubah hidup saya,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *