BERITASATU.COM, BOGOR-BOGOLLEY GEULGENSI PEMILIHAN (KPU) Muhamado Diculnia, dua anggota kelompok pemungutan suara (KPP) yang meninggal sebagai pahlawan Demokrat.

Read More : Pertemuan Prabowo & Megawati, Wacana atau Realita?

Pernyataan itu dikeluarkan pada hari Sabtu (Maret 2013) oleh Adi Curnia di kediaman Wisnu Dewantoro, mantan ketua Komite Pemungutan Voting Desa Cipecang (PPS) di Cieungsi, Bogor Rigency, Barat.

“Orang -orang yang menggambar saat melakukan tugasnya adalah pahlawan yang demokratis. Kami bersyukur dan bersyukur keluarga almarhum tanpa mengurangi rasa hormat saya, “kata Adi Clunia.

Adi melaporkan bahwa dua anggota KPP yang meninggal datang dari Bogol Barat dan Bogol Timur. Salah satunya adalah ketua lingkungan Cileungi di PPS desa Cipecang.

Sebelumnya, ketua PPS desa Cipecang Wisnu Dewantoro (44) meninggal pada hari Sabtu (30 November 2024). Ali, saudara yang meninggal, kata Wizu meninggal pada pukul 05.00 WIB.

“Tinjauan pemilihan sudah berakhir. Dia kembali ke rumah karena dia merasa sakit dan mati segera,” kata Ali.

Ali juga mengungkapkan bahwa dalam pemilihan 2024, terutama sebelum dan memilih setelah itu, almarhum telah menerima kebiasaan yang sangat ramai. Akibatnya, Wisnu sering kembali larut malam sampai pagi -pagi sekali.

Read More : 2 Jukir Liar yang Viral di Masjid Istiqlal Berhasil Ditangkap, Keduanya Positif Narkoba

“Setiap hari saya sibuk sampai 00.00 WIB atau 03.00 WIB kembali ke rumah, tetapi baru -baru ini saya pulang pada pukul 23:00,” katanya.

Menurut Ari, almarhum tidak memiliki sejarah penyakit. Semut curiga bahwa kelelahan untuk beban kerja yang sibuk bahwa anggota KPS adalah penyebab kematian Wisnu.

“Kelelahan dan beban hati. Almarhum tidak memiliki kisah penyakit,” katanya akhirnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *