Jakarta, Beritasatu.com – Mochammad Afifuddin, Presiden Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengungkapkan bahwa partainya membutuhkan anggaran 486.383.829,417 RP atau sekitar Rs 486 crore.

Read More : Final Piala AFF U-19 Indonesia vs Thailand: Prediksi Susunan Pemain Kedua Tim

Selama pertemuan kerja bersama Komite Kamar II dari pembangunan Parlemen Jakarta, pada hari Kamis (27.02.2025), Aff menjelaskan bahwa PSU Pilkada tahun 2024 akan berlangsung di 24 wilayah setelah litigasi pada hasil pemilihan diberikan oleh Pengadilan Konstitusi.

“Secara total, persyaratan anggaran mencapai 486.383.829.417 PSU di 24 wilayah,” kata AFIF.

Dari total 26 bidang di mana kasus ini diberikan oleh Mahkamah Konstitusi, 24 wilayah harus menahan. Namun, di beberapa daerah, pembiayaan tetap dari naskah perjanjian regional regional 2024 (NPHD) dan tidak memerlukan anggaran tambahan.

“Keenam unit kerja KPU masih tersisa, sehingga mereka tidak membutuhkan anggaran tambahan,” jelas Aff.

Sementara itu, unit kerja 19 KPU lainnya masih belum memiliki anggaran dengan defisit total 373.718.582.965 rp. Selain itu, unit kerja KPU, yaitu Jayapura Regency, hanya membutuhkan biaya untuk meningkatkan status (SK), karena proses yang diizinkan adalah manajer.

Aff menambahkan bahwa persyaratan anggaran tambahan untuk masing -masing wilayah akan bervariasi tergantung pada jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang harus memiliki PILKADA 2024 PI.

Read More : Polisi dan Tentara Prancis Amankan Sungai Seine Jelang Olimpiade

Untuk mendukung implementasi PSU, KPU telah membentuk lembaga iklan -hoc yang mencakup PPK (Komisi Pemilihan Distrik), PPS (Komisi Pemungutan suara) dan KPS (Organisasi Voting). Pembentukan lembaga ADHOC dicapai dengan mekanisme pengangkatan berdasarkan penilaian kinerja.

“Periode kerja PPK, PPS dan KPP akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan PSU dan tenggat waktu untuk implementasi, seperti yang ditetapkan oleh Pengadilan Konstitusi,” tambah Aff.

Jika ada petugas yang mengundurkan diri atau tidak memenuhi persyaratan, Kabupaten/KPU kota akan beralih dari daftar anggota masa depan yang tersedia.

Dengan pelatihan ini, diharapkan Pisu Pilkada tahun 2024 dapat berjalan tanpa masalah dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *