Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Korupsi (KPK) telah membuka gerbang besar bagi masyarakat untuk memberikan informasi mengenai properti Pusat Penjualan Jalan Nasional (BPJN) Ayah Kalimantan Barat. Saat ini, KPK menganalisis laporan aset dari penyelenggara negara bagian (LHKPN), dilaporkan oleh Daddy Menders.
Setelah penganiayaan terhadap dugaan pelanggaran di LHKPN mati, penganiayaan terhadap Muhammad Lutfi menjadi masalah publik. Seperti yang Anda ketahui, Nenek Lady Ure adalah ayah dari Relia, yang dikatakan sebagai kolega dari seorang kolega Dacha Kos Lootfi dan memulai pencarian seorang pengemudi wanita.
Sekretaris pers KPK baru -baru ini mengatakan, “Kami mengundang orang -orang yang mengetahui adanya informasi yang relevan, dapat menyampaikan PKC sebagai bentuk kemitraan nyata masyarakat dalam penghapusan informasi yang kaya dan korupsi.”
Saat ini, KPK sedang menganalisis keakuratan properti atau properti yang dilaporkan Mandarasiah di LHKPN. Selain itu, KPK mempelajari kemungkinan aset atau aset yang tidak dilaporkan. Proses ini juga membutuhkan dukungan untuk data di sisi yang berbeda.
Budi menambahkan, “Kami menghargai orang -orang yang telah membawa pertanyaan ini kepada orang -orang. KPK ingin menjawab harapan masyarakat, terutama dalam hal menghapus korupsi,” tambah Budi.
Read More : Profil Sanitiar Burhanuddin yang Ditunjuk sebagai Jaksa Agung dalam Kabinet Merah Putih
LHKPN, didirikan pada tahun 2023, aset Daddy Madarsey dicatat pada 9,4 miliar rubel. 750 juta lahan dan bangunan RP, detail mobil Honda CRV, 450 juta RP pada 2019, aset bergulir lainnya, aset bergulir lainnya sebesar 830 juta RP, 670 juta sekuritas rp, tunai dan setara tunai. Tanpa RP dan meminjam.