JAKARTA, BERITASATU.COM – Kementerian Perlindungan Karyawan Imigrasi Indonesia (Konferensi KPMG) menandatangani nota kesepakatan (MOU) atau nota kesepakatan dengan kementerian dan agensi.
Read More : Tesla Gugat Perusahaan India karena Gunakan Nama yang Sama
Memorandum perjanjian dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Populasi dan Pengembangan Keluarga, PPA, BPS, Badan Nutrisi Nasional, Baznas, UNDIP dan Universitas Terbuka.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa nota pemahaman adalah bentuk upaya untuk berkonsentrasi pada melindungi karyawan migran di Indonesia, termasuk menyediakan data berkualitas, mengubah manajemen PMI, memfokuskan kualitas atau menempatkan karyawan yang bermigrasi yang kompeten.
“Jadi kita tahu bahwa 80% data dari staf imigrasi kami terdiri dari karyawan yang bekerja di sektor keluarga atau staf rumah tangga. Mereka 70% dan wanita yang pelatihannya adalah sekolah dasar rata -rata, sekolah menengah pertama, dan tidak terlalu banyak sekolah menengah, tetapi tidak terlalu banyak.”
Menurut Abdul Kadir, undang -undang tersebut telah memberikan mandat partainya untuk mengatasi manajemen pekerja imigran Indonesia untuk pergi, pindah ke rumah.
Ketika PMI kembali, partainya disahkan oleh dukungan Baznas, yang memiliki banyak rencana. Itulah sebabnya KP2MI bekerja dengan Bazna.
Selanjutnya, kolaborasi ini dilakukan di PPA dan Kementerian Populasi karena banyak karyawan Indonesia yang bermigrasi adalah perempuan.
Read More : Laba Emiten TP Rachmat Naik 3 Digit pada Kuartal III 2024
“Kami harus bekerja sama sehingga mengasuh anak, dll. Masih dapat dilindungi dengan baik dan mempertahankan kualitasnya,” katanya.
Tidak hanya begitu penting, ini juga merupakan kemitraan dengan BKBN, karena ia memiliki pendamping lebih dari 200.000 orang.
Di situlah kampanye diperlukan untuk bekerja dengan aman di luar negeri.
“Sekarang hal -hal semacam ini adalah bagian dari upaya kami untuk membangun kerja sama dan partai yang rela Tuhan, yang merupakan bagian dari upaya kami untuk melindungi pekerja imigran dan meningkatkan kualitas keterampilan mereka di masa depan,” kata Abdul Kadir.