Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu kota terbesar di China, yakni Chengdu, akan mengganti hampir 300.000 mobil berbahan bakar bensin dengan mobil listrik dalam tiga tahun ke depan.
Read More : 5 Resep Masakan Khas NTT yang Cocok untuk Makan Siang
Menurut Carnewschina pada Rabu (19/6/2024), rencana penggantian kendaraan yang ambisius ini merupakan bagian penting dari strategi Chengdu untuk memodernisasi peralatan dalam skala besar dan mendorong penggantian barang-barang konsumsi yang sudah usang.
Pada akhir tahun 2023, Chengdu mencatatkan 7,1 juta kendaraan, meningkat 7,1% dari tahun sebelumnya.
Kepemilikan mobil pribadi meningkat sebesar 8,1% menjadi 5,43 juta mobil, mendorong Chengdu melampaui Beijing sebagai kota dengan pemilik mobil terbanyak.
Chengdu menawarkan insentif untuk mendorong peralihan dari kendaraan berbahan bakar konvensional ke kendaraan energi baru (NEV). NEV adalah sebutan untuk kendaraan listrik di Tiongkok.
Menurut Wakil Direktur Kamar Dagang Chengdu Lan Huajuan, pemerintah kota akan memberikan subsidi sebesar RMB 8.000 atau Rp 18,1 juta, RMB 5.000 atau Rp 11,3 juta atau RMB 2.000 setara Rp 4,5 juta tergantung ukuran kendaraan. dihapus
Read More : Ini Identitas 7 Pelaku Pembunuhan Danramil di Paniai
Selain itu, warga yang membeli kendaraan listrik sebelum 30 Juni akan mendapat tambahan insentif sebesar RMB 5.000 atau Rp 11,3 juta.
Pembaruan produk lama ini bertujuan untuk menggandakan jumlah mobil bekas yang didaur ulang pada tahun 2027. Kapasitas kendaraan yang sudah habis masa pakainya harus meningkat sebesar 20%, daur ulang peralatan rumah tangga bekas harus meningkat sebesar 35%, dan volume perdagangan mobil bekas harus meningkat sebesar 50% .
Pejabat setempat mengklaim bahwa dengan langkah-langkah ini, Chengdu memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam penerapan alat energi baru dan mendorong pembangunan berkelanjutan.