Gorontalo, Beritasatu.com – Jumlah korban longsor yang ditemukan meninggal dunia di Kawasan Tambang Masyarakat Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suva Timur, Provinsi Gorontalo, Kabupaten Bon Bolango bertambah menjadi 23 orang.

Read More : Aksi Koboi Iring-iringan Pengantar Jenazah di Luwu Utara, Pengendara Motor Dianiaya

Harianto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, mengatakan, data yang terdata dan terkonfirmasi pada Selasa (7/9/2024) pukul 23.00 WITA menambah total korban menjadi 137 orang. Rinciannya, meninggal dunia 23 orang, selamat 81 orang, dan masih dalam pencarian 33 orang, kata Harianto, Rabu (10/7/2024) di Gorontalo.  

Menurut dia, sebagian besar korban yang selamat dari bencana tanah longsor pada Sabtu malam (13 Juli 2024) mengalami luka bahkan patah tulang. Wanita yang diserang saat ini dirawat di rumah sakit.

Di hari ketiga sejak kejadian, jumlah tim SAR gabungan yang melakukan pencarian di lokasi bertambah sehingga tim dari Bazarnas Pusat hingga personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Sulut hadir. Proses evakuasi menjadi lebih mudah dan cepat dengan bantuan helikopter AW 169 Register 0-3304 milik Bahrkam Polry.

Selain itu, petugas gabungan di posko SAR Desa Tulabolo terus melakukan pendataan informasi dan data mengenai jumlah dan identitas korban.

Read More : Kemenag Minta Uin Datokarama Palu: Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan, Kampus Hijau!

Harianto mengatakan, sebagian besar wilayah Kabupaten Suva Bon Bolango bagian timur saat ini masih mengalami curah hujan sedang hingga lebat. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *