Yangon, beritasatu.com – Korban tewas akibat Topan Yagi di Myanmar mencapai 74 orang. Demikian diberitakan media pemerintah, Minggu (15/9/2024).

Read More : Invasi Darat Israel ke Lebanon Dimulai, IDF Klaim Hanya Operasi Terbatas

Jumlah tersebut berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (14/8/2024) malam. Global New Light of Myanmar melaporkan: “74 orang tewas dan 89 hilang akibat banjir di Myanmar.

Menurut angka resmi, sekitar 350 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Myanmar, Vietnam, Laos, dan Thailand akibat Topan Yagi yang melanda wilayah tersebut selama akhir pekan.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Banjir besar juga menghancurkan lebih dari 65.000 rumah dan lima bendungan.

Berdasarkan laporan pemerintahan eks junta, jumlah korban tewas sebanyak 33 orang, dengan lebih dari 235.000 orang mengungsi hingga Jumat (13/9/2024).

Gambar-gambar banjir menunjukkan pedesaan yang terendam di wilayah tengah, termasuk di sekitar ibu kota dataran rendah Naypyidaw.

Terdapat laporan mengenai tanah longsor di daerah pegunungan, namun informasi sulit diperoleh karena jalan dan jembatan rusak serta saluran telepon dan internet terputus. Banjir telah menambah kesengsaraan di negara yang dilanda perang saudara tersebut sejak tentara mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021.

Read More : Pendarahan setelah Melahirkan, Jessica Iskandar Masih Trauma

Konflik tersebut telah membuat lebih dari 2,7 juta orang mengungsi dari Myanmar.

Pemimpin junta Myanmar menyampaikan permohonan bantuan asing untuk mengatasi banjir, yang jarang terjadi, media pemerintah melaporkan pada hari Sabtu. Militer sebelumnya telah memblokir atau mencegah bantuan kemanusiaan dari luar negeri.

Tahun lalu, pemerintah Myanmar menangguhkan izin perjalanan bagi kelompok bantuan yang mencoba menjangkau hampir satu juta korban topan Mocha yang menghancurkan di bagian barat negara itu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *