Jakarta, Beritasatu.com – Presiden DPR, Pan Maharani mengangkat suaranya dengan meningkatkan ketegangan antara Iran dan Israel, yang sekarang berhubungan dengan Amerika Serikat. Dia mengkonfirmasi bahwa semua pihak harus menghindari efek yang lebih luas, terutama pada warga sipil.
Read More : 10.000 Tiket Konser BTV Semesta Berpesta di Malang Ludes Terjual
“Jika ini adalah waktu yang lama, tentu saja, korban terbesar, terutama wanita dan anak -anak, adalah masyarakat sipil,” kata Pawan, Sunni, Jakarta, Jakarta, Jakarta, Selasa (6/24/20).
Pwwan mengkonfirmasi bahwa posisi kebijakan luar negeri Indonesia masih aktif dan tidak mendukung negara mana pun dalam konflik. Namun, ia menekankan pentingnya perdamaian sebagai solusi.
“Lebih baik menahan diri dari kedua sisi sehingga ceritanya tidak menjadi lebih buruk,” katanya.
Pavan menyambut Iran -israel melaporkan yang menyetujui gencatan senjata AS yang menghadap ke AS. “Ini benar agar cerita itu segera diselesaikan,” katanya.
Read More : Roket Hizbullah Hantam Rumah di Israel Tengah, 19 Orang Terluka
Sebelumnya, presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa Iran dan Israel sepakat untuk melaksanakan seluruh gencatan senjata setelah serangan rudal terbatas Iran berdasarkan militer AS di Qatar (23/23/2025).
Serangan itu merupakan tanggapan terhadap fasilitas nuklir Iran oleh Amerika Serikat. Namun, sementara gencatan senjata diumumkan, ketegangan berlanjut karena variabel terjadi sampai Selasa (6/24/202).