JAKARTA, Beritasatu.com – Jumlah korban keracunan burger Quarter Pounder McDonald’s (McD) yang terkontaminasi E. coli terus meningkat di Amerika Serikat.

Read More : Harapan Bamsoet Saat Hadiri Anniversary BBMC ke-36

Associated Press melaporkan Kamis (31 Oktober 2024) bahwa menurut data terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), jumlah infeksi di 13 negara bagian telah mencapai 90, naik dari 75 pada akhir tahun lalu. Minggu lalu. Pasien yang memerlukan perawatan di rumah sakit bertambah 5 orang sehingga totalnya menjadi 27 orang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Pihak berwenang menduga bawang mentah yang digunakan dalam burger seberat 4 pon McDonald’s adalah sumber E. coli. McDonald’s melaporkan bahwa bawang tersebut berasal dari salah satu pemasoknya, Taylor Farms di California, pada Rabu (30 Oktober 2024) FDA telah meluncurkan penyelidikan terhadap pusat pengolahan Taylor Farms dan petani bawang merah terkait.

Minggu lalu McDonald’s mengatakan bawang bombay dari pabrik Colorado Springs didistribusikan ke sekitar 900 restoran dan pusat transportasi seperti bandara. Jaringan makanan cepat saji tersebut mengumumkan akan mengembalikan jumlah Gerwater Powders di banyak cabang Setelah dilakukan pengujian, ditentukan bahwa daging sapi bukanlah penyebab wabah tersebut.

Read More : Ria Ricis dan Teuku Ryan Resmi Bercerai

Strain E. coli yang menyebabkan wabah ini dapat menyebabkan diare parah, gagal ginjal, dan komplikasi serius lainnya. Pejabat FDA mengatakan risiko penyakit tambahan rendah. Sebab, bawang tersebut telah ditarik kembali dan seharusnya tidak tersedia lagi. Semua kasus yang dilaporkan terjadi sebelum bawang yang dikeluarkan oleh Taylor Farms dan McDonald’s ditarik kembali dari ratusan restoran.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *