Luwu, Beritasatu.com – Banyak warga yang mengungsi akibat banjir besar di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai kelaparan dan mengeluh kekurangan air bersih.

Read More : Cerita Istri Detik-detik Pengacara di Bone Tewas Tertembak di Wajah

Hal itu terjadi di salah satu lokasi pengungsian di Desa Malela, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Sekitar delapan puluh (80) orang mengalami luka-luka, sebagian besar adalah lansia dan anak-anak di lokasi evakuasi warga Gereja Nurul Dakwah memprotes lambatnya pembagian harta benda oleh pemerintah setempat.

“Dari pagi hingga sore ini kami tidak bisa makan, kelaparan mulai terjadi,” kata Rasti yang merupakan pengungsi terdampak banjir, kepada Beritasatu.com, Sabtu (4/5/2024).

Menurut Rasti, ada sekitar delapan puluh (80) orang yang berada di masjid tersebut kembali setelah badai menerjang rumahnya.

“Korban di sini banyak, ada anak-anak, orang dewasa sekitar 80 orang, dan ada pula masyarakat yang pulang sebentar untuk mengecek keadaan,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Masri yang tinggal di Desa Malela. Ia mengaku sangat membutuhkan bantuan berupa perbekalan, terutama makanan siap saji dan air bersih.

Read More : IHSG Berpotensi Terus Menguat hingga Akhir Tahun Ditopang Window Dressing

Yang penting siap makan karena tempat masaknya terendam banjir dan bahan pokok banyak juga yang terendam air, ujarnya.

Selain logistik berupa makanan siap saji, Anda juga membutuhkan air bersih karena hingga saat ini di kota Malela belum ada air bersih.

“Selain pangan, kami juga membutuhkan air bersih, karena hingga saat ini air yang mengalir belum ada,” tutupnya.

Hingga saat ini, pemerintah setempat masih berupaya mendistribusikan pasokan ke banyak wilayah yang terdampak bencana alam, khususnya wilayah pelosok Latimojong.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *