Luwu, Beritasatu.com – Banyak korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang terpaksa mengungsi ke tempat ibadah yang tidak rusak. Salah satunya Masjid Nurdakva di Kecamatan Suli.

Read More : Nikita Mirzani Hamil, Razman Arif Nasution: Strategi untuk Tidak Ditahan

Banjir yang membawa lumpur memaksa banyak warga mengungsi. Meninggalkan barang-barang di rumah dan tinggal di kamp pengungsi sementara bersama pengungsi lainnya.

Pantauan Beritasatu.com, terlihat kondisi banyaknya pengungsi yang memprihatinkan. Salah satu keluarga korban banjir yang dievakuasi dan bayinya yang berusia empat bulan menggunakan tikar seadanya.

Perumahan tersebut terendam air setinggi 1,5 meter, hingga bayi lucu tersebut terpaksa dievakuasi bersama keluarganya.

Banjir ini lebih parah dibandingkan banjir-banjir sebelumnya yang sering terjadi, namun kali ini sangat parah, kata Ernavati, Jumat (3/5/2024).

Dia mengatakan keluarga dan anak tersebut dievakuasi dari desa Malela di distrik Suli dan saat ini berlindung di masjid terdekat.

Read More : Kecelakaan Tunggal Bus PO Ranau Indah Masuk Jurang di Lampung Barat

“Kami keluar rumah untuk sementara karena terendam air, dan saya serta anak saya dievakuasi oleh tim SAR gabungan,” jelasnya.

Saat ini, ia dan bayinya membutuhkan bantuan materi dan teknis berupa makanan siap saji, air bersih dan air minum, serta perlengkapan bayi seperti popok dan susu.

“Iya pak, rumahnya terendam air, sehingga dibutuhkan banyak, tapi yang terpenting peralatan dan logistik untuk anak-anak,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *