Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden Maruf Amin mengungkapkan kontribusi ekonomi syariah bisa mencapai Rp 155 triliun pada tahun 2030. Menanggapi hal tersebut, Banjaran Surya Indrastomo, Kepala Ekonom Bank Syria Indonesia, mengatakan meski Indonesia merupakan negara mayoritas, namun populasi umat Islam diyakini memiliki potensi lebih besar dari sisi pasar. Namun optimisme terhadap kontribusi ekonomi syariah perlu lebih dimunculkan.
Read More : BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%
Sebab Indonesia sebenarnya berpotensi menjadi mesin perekonomian global melalui ekonomi syariah. “Dalam hal ini, masih banyak lagi peluang yang bisa dijajaki dan dikejar untuk meningkatkan penawaran lebih tinggi dari angka perkiraan sebelumnya,” jelas Banjaran Surya Indrastomo dalam Investor Market Today IDTV, Selasa (9/10/2024).
Menurut Banjaran, ada beberapa variabel yang perlu dicermati agar kontribusinya lebih terfokus pada aspek produktivitas. Misalnya, seberapa besar kontribusinya terhadap devisa dan nilai tambah negara melalui neraca pembayaran jasa atau perdagangan?
Sejauh mana akan menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, ujarnya.
Indikator-indikator utama ini sangat penting dan harus ditanggapi dengan lebih serius agar ekonomi syariah tidak hanya menjadi potensi tetapi juga mesin perekonomian nasional. Apalagi dalam konteks dua puluh tahun ke depan, Indonesia juga bercita-cita menjadi negara maju.
Read More : Banggar DPR Wanti-wanti Dampak Perang Iran-Israel terhadap Kenaikan Rupiah dan Harga Minyak
“Memang sudah saatnya kita merumuskan ekonomi syariah sebagai solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut,” tutup Banjaran.