Jakarta, Beritasatu.com – Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal III-2024 melambat menjadi 4,6%. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,7% dan tidak mencapai target setahun penuh sekitar 5%.
Read More : Angin Puting Beliung Sapu Puluhan Rumah Warga dan Sekolah di Blitar
Para analis mengatakan tujuan ini akan sulit dicapai tanpa kebijakan yang lebih aktif untuk mendorong konsumsi dan menghidupkan kembali sektor real estate yang masih terpuruk.
Laporan AP, Jumat (18/10/2024), pemulihan ekonomi Tiongkok masih terhambat meski pembatasan terkait Covid-19 telah dicabut pada akhir tahun 2022. Kepercayaan konsumen masih rendah dan sektor real estate menjadi tantangan serius bagi perekonomian.
Untuk menanggapi situasi ini, para pembuat kebijakan di Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir telah memperkenalkan serangkaian langkah, seperti mengurangi suku bunga hipotek untuk rumah yang ada dan melonggarkan peraturan cadangan agar bank memberikan pinjaman lebih banyak.
Namun, Tiongkok belum mengumumkan paket stimulus besar-besaran yang menurut para analis dan investor diperlukan untuk memacu pemulihan yang signifikan.
Read More : Prediksi Chelsea vs Southampton: Misi The Blues Kembali Menang
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tiga kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar 4,8%. Dari Januari hingga September, produksi industri meningkat 5,8%, sementara penjualan ritel meningkat 3,3% dibandingkan tahun lalu. Namun investasi di sektor real estate turun 10,1% dan penjualan rumah baru turun 22,7%.