Jakarta, Beritasatu.com – Persatuan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) yang telah berusia 56 tahun terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB).
Read More : Acara BTV Semesta Berpesta Pekanbaru, Penawaran Khusus FIFGROUP untuk Penuhi Kebutuhan
“Acara ini memperingati 56 tahun PPTI sebagai mitra pemerintah pertama yang berkomitmen membantu memerangi TBC,” kata Plt Ketua Umum PPTI Peggy Kho Pik Hiang kepada Beritasatu.com, Rabu (22/5/2024).
Peggy Kho Pik mengatakan tonggak sejarah ini sangat penting karena Indonesia merupakan negara kedua setelah India dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di dunia.
Menurut Global TB Report 2023, kasus tuberkulosis di Indonesia diperkirakan mencapai 1.060.000 kasus dan angka kematian 134.000. Artinya, 17 orang meninggal karena tuberkulosis setiap jamnya.
Karena itulah Peggy menyebut PPTI terus melakukan sejumlah langkah dan terobosan. Hal ini antara lain mengoptimalkan peran pengelola kesehatan agar dapat lebih cepat mendeteksi kasus tuberkulosis di wilayahnya.
“Kader-kader ini sangat kita butuhkan sebagai mitra pemerintah yang akan memaparkan apa itu TBC. Mereka tidak hanya memperkenalkan tetapi juga mencari pasien TBC,” ujarnya.
“Mereka akan menjelaskan apa itu TBC, dan jika mereka melihatnya dan mencurigai ada yang mengidap penyakit tersebut, mereka bisa membawanya ke puskesmas untuk berobat,” tambahnya.
Peggy menyadari pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memutus rantai penularan tuberkulosis. Baginya, pengurus PPTI adalah ujung tombak implementasi program anti tuberkulosis di masyarakat.
Read More : Dirawat di Rumah Sakit, Ricky Harun: Peradangan Sinus
Pengobatan TBC memerlukan kesabaran minimal 6 bulan. Selain lamanya pengobatan, efek samping obat anti tuberkulosis juga sangat serius. Akibatnya, banyak pasien menjadi putus asa.
“Minum obat anti tuberkulosis bagi pasien membutuhkan waktu yang lama. Begitu sudah meminum obat biasanya mereka merasa nyaman dan dianggap sudah sembuh padahal belum. Oleh karena itu, ketika meminum obat anti tuberkulosis harus sembuh. .tuberkulosis.” 100 persen, kalau tidak nanti jadi masalah,” jelasnya.
Ia mengatakan, peran penting pelaku sangat diperlukan untuk memotivasi pasien agar tidak berhenti minum obat dan berisiko terkena tuberkulosis multidrug-resisten (MDR) atau dikenal dengan tuberkulosis resistan obat yang pengobatannya semakin sulit.
Sementara itu, pada puncak perayaan HUT di Jakarta, PPTI mengucapkan terima kasih kepada para kader dengan memberikan penghargaan kepada lima kader terbaik serta memberikan rompi dan kartu tanda penduduk.
Para kader berkesempatan mengenalkan metode kreatif edukasi TBC kepada warga melalui lomba lagu edukasi TBC untuk mempertebal semangat persatuan antar kader.