Prestasikaryamandiri.co.id – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, baru-baru ini mengusulkan pemindahan markas Dewan Keamanan PBB (DK PBB) ke Qatar. Usulan ini di sampaikan setelah Petro mengalami pencabutan visa oleh pemerintah Amerika Serikat saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York. Dalam cuitannya, Petro mengungkapkan bahwa Qatar memiliki lokasi strategis dan bisa memfasilitasi akses negara-negara anggota PBB lebih efektif.
Read More : Kemenhan Tegaskan Tak Ada Backing Impor Pikap India
Pemindahan Markas DK PBB: Mengapa Qatar?
Petro mengungkapkan bahwa Qatar memiliki pengalaman dalam diplomasi internasional dan dapat berfungsi sebagai mediator yang efektif dalam menyelesaikan berbagai konflik dunia. Selain itu, Qatar juga memiliki kedekatan dengan berbagai negara anggota PBB yang dapat memudahkan proses diplomasi dan perundingan. Menurut Petro, hal ini penting untuk memastikan bahwa DK PBB tetap dapat di akses oleh negara-negara anggotanya dengan lebih mudah.
Pencabutan visa oleh Departemen Luar Negeri AS terhadap Petro dipandang sebagai bentuk pembatasan terhadap kedaulatan Kolombia. Petro menanggapi langkah tersebut dengan mengkritik Amerika Serikat yang di anggap telah melanggar hukum internasional dan norma diplomatik. Menurutnya, langkah ini mencerminkan ketidakpedulian AS terhadap hubungan internasional yang lebih adil.
Baca juga: Posting Wajah Lolly, Nikita Mirzani: Sheโs Fine
Qatar sebagai Mediator Konflik Gaza
Selain itu, Petro juga mendorong Qatar untuk segera memulai peran mediasi dalam memastikan akses pangan bagi masyarakat Gaza. Dalam pandangan Petro, Qatar adalah negara yang tepat untuk mengatasi ketegangan ini dan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penyelesaian masalah kemanusiaan di kawasan tersebut.
Read More : KPK Siap Pantau Ribuan SPPG Polri, Program MBG Jadi Sorotan
Dengan mengusulkan pemindahan markas DK PBB ke Qatar, Presiden Kolombia berharap negara tersebut dapat menjadi aktor utama dalam diplomasi internasional. Langkah ini bukan hanya terkait dengan pemindahan fisik markas, tetapi juga dengan harapan besar agar Qatar dapat berperan lebih banyak dalam menyelesaikan masalah global.