Jakarta, Baritasato.com – Kementerian Urusan Maritim dan Perikanan (KKP) memeriksa 13 nelayan yang terkait dengan keberadaan pagar laut 30,16 km di perairan Kabupaten yang kusut, bersama dengan kepala desa Kohud, pembakaran Asip.
Read More : Peretas Pusat Data Nasional Diretas Minta Tebusan US$ 8 Juta
Manajemen Polisi Khusus Daerah Pesisir dan Kepulauan Kecil (PWP3) terus menyelidiki kasus pagar maritim dalam ketegangan, kata Menteri Khusus untuk Urusan Kelautan dan Perikanan.
“Pada 30 Januari 2025, KKP menyerukan desa Kohod dan 13 nelayan,” kata Doni Jumat (1/31/2025), “kata Doni Jumat (1/31/2025).
Menurutnya, pemeriksaan adalah bagian dari proses implementasi persetujuan administrasi sesuai dengan peraturan dan peraturan di sektor dan sektor penangkapan ikan, yaitu PP2, PP85, dan 2021 Peraturan Peraturan Laut Memancing 31.
Pemeriksaan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Sumber Daya Maritim dan Sumber Daya Perikanan (PSDKP) adalah pengembangan pemeriksaan sebelumnya dari dua perwakilan dari Pentora People’s Network (JRP) pada 21 Januari 2025, kata Doni.
Dengan demikian, sejauh ini, kementerian urusan maritim dan perikanan telah memeriksa 16 orang yang terkait dengan kasus pagar C yang kusut, yang tidak diizinkan untuk mencapai kesesuaian penggunaan ruang maritim (PKKPRL).
Namun demikian, Doni tidak menyebutkan identitas nama -nama orang yang diperiksa. Fase investigasi masih panjang, termasuk bahan ujian.
Dia mengatakan kepada Intra, “sebelumnya (diperiksa) dua orang, kemarin (kepala desa dan 13 nelayan).”
Dia menambahkan, ujian akan berlanjut sebagai kepala desa KP Cohud dan 13 nelayan lainnya akan menyiapkan informasi dari hasil penyelidikan.
Read More : DPR Minta Pemberantasan Judi Online Fokus ke Akar Permasalahan
KKP mengatakan bahwa Donnie memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap dalam perjalanan hukum.
“KP menekankan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku untuk memastikan pengaturan dan kepatuhan ruang maritim yang setara,” kata Doni.
Sebelumnya, ketua Dewan Perwakilan Rakyat IV Siti Headi Hardi atau Titcik Susharo mengatakan kepada KKP untuk berani mengekspos dalang pagar maritim di tensoring, takut tanpa rasa takut.
“Semua kementerian tidak perlu takut untuk berperang melawan Oligari karena kami adalah DPR sebagai perwakilan rakyat, kementerian juga melakukan tugasnya untuk kepentingan rakyat,” katanya dengan sebuah pekerjaan di gedung Nosantara, Kompleks Parlemen, Senan, Jakarta Tengah, Kamis (1/2025).
Sementara Menteri Urusan Maritim dan Menteri Perikanan Ski Hoi Trenggono Temukan C -fences menargetkan masalah sesegera mungkin.