Jakarta, beritasatu.com – pt. Di masa depan, Kimia dekat Pharma berencana untuk mengajukan permohonan lisensi pemasaran untuk terapi sel induk. Pemimpin Portofolio PT Kimya Pharma TBK Chamli K Karsono mengungkapkan bahwa Dr. Septo Mangkusumo (RSCM) menerima sertifikat produksi obat yang baik (CPOB) dari Survei Makanan dan Obat (BPOM).

Read More : Ini 6 Selebritas Indonesia yang Resmi Dilantik sebagai Kepala Daerah 2025-2030

Sejak 2 tahun, RSSM telah bekerja di Universitas Kesehatan (Chemnakes), BPOM, PT Kimia Pharma dan Indonesia untuk mengembangkan terapi sel induk di Indonesia.

Chamli mengatakan bahwa PT Kimya Farm telah menyelesaikan tiga tes klinis untuk memberikan izin distribusi.

“Kami sudah memiliki tiga tes klinis. Mungkin dalam 2-3 bulan ke depan kami ingin mengirimkan izin distribusi. Proses ini sekitar -8 bulan untuk disetujui,” kata Jasmin pada hari Kamis di RSCM Harmony (/1 // 224).

Dengan izin distribusi ini, terapi sel induk diperkirakan akan dijual secara luas pada awal 2025.

RSCM Cell Medical Technology Instalasi Kepala RSCM PVT.

Menurutnya, sertifikat CPOB ini memberi rumah sakit Indonesia kesempatan untuk bekerja sama untuk membeli terapi sel induk pada tingkat kualitas dan layanan RSCM.

Read More : Gedung Lima Lantai di Karachi Runtuh, 27 Orang Tewas

“Ada banyak rumah sakit yang melayani diri sendiri, pemerintah dan rumah sakit swasta. Tentu saja kita membutuhkan kerja sama. Tidak mungkin bagi RSCM untuk melayani semua pasien,” Prof. Kata Ismail.

Sejauh ini, 1.910 pasien dengan tingkat keberhasilan 80%telah membantu terapi sel induk RSMM.

Ketua RSCM Dr. Supermanto Dharmardo, bersama dengan harmoni acara sel induk, juga berpartisipasi. Memasang Dr. BPOM Re Rizka Home dan SNCA Medicine Technology. Instabroto Dillogo.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *