Jakarta, Beritasatu.com – Para pedagang di Pasar Tanah Abang dan ITC mengaku resah dengan kabar penyerangan barang impor ilegal. Selain itu, pemerintah telah membentuk gugus tugas untuk memberantas impor ilegal.
Read More : PP 47/2024 Jadi Landasan Bank Pelat Merah Hapus Kredit Macet UMKM
Abdullah Mansuri, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (IKAPPI), mengatakan kekhawatiran tersebut bermula dari pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang menyebut sudah punya waktu untuk memberantas impor ilegal.
Masalah penggerebekan barang impor ilegal akhirnya meluas dan membuat takut para pedagang. Pasalnya, beberapa pihak menyebut produk yang beredar di pasaran juga merupakan produk ilegal.
Pada Jumat, 19/7/2024, Abdullah Mansuri mengatakan: “Ini yang membuat para pedagang khawatir, sehingga mereka kini membuka tutup tokonya.”
Mansuri menegaskan, saat ini pedagang kecil dan menengah, khususnya pedagang di pasar Tanah Abang dan MBT, merupakan pedagang kecil yang membeli produk dari pedagang yang belum mengetahui produk luar negeri atau kekurangan produk.
Dia berkata: “Pedagang Pasar Tahana Abang dan MBT khawatir produk yang dijual merupakan barang impor. Meski tidak diketahui ilegal atau tidak, namun ada kekhawatiran produk yang dibeli pedagang dianggap ilegal dan akan ditolak”. . Mansur.
Read More : Tiba di Borobudur, Puluhan Biksu Thudong Pradaksina di Stupa Induk
Mansuri menambahkan, pemerintah harus mengambil tindakan untuk melindungi dan melindungi pedagang kecil. Selain itu, pendapatan pedagang juga menurun pada berbagai kondisi perekonomian.
Mansuri berkata: “Jadi pedagang harusnya diedukasi dan jangan diintimidasi. Apa saja contoh impor ilegal? Contoh impor yang dilarang? Apa saja contoh produk yang tidak boleh dijual? Yang harus diberi informasi, bukan penyerangan, dan sebagainya.” .