Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staakf meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan provokasi terkait eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel. Selain meminta konflik diakhiri, PBNU juga meminta PBB mengambil tindakan tegas.
Read More : Harga Emas Naik Lagi karena Meningkatkanya Ketegangan Rusia-Ukraina
Posisi NU sejalan dengan penekanan pemerintah Indonesia terhadap pentingnya gencatan senjata segera dan penghentian kekerasan, kata pria yang akrab disapa Gus Yahya itu seperti dikutip Antara, Kamis (18/04/2024) di Jakarta.
Gus Yahya menegaskan, jika konflik tidak segera diselesaikan, besar kemungkinan konflik akan semakin meluas dan melibatkan banyak pihak. Ia juga khawatir konflik tersebut dapat memicu munculnya kelompok radikal dan teroris yang memanfaatkan momen tersebut.
PBNU menuntut anggota tetap Dewan Keamanan PBB tidak menggunakan hak vetonya untuk membela suatu partai. Hak veto merupakan hak istimewa yang dapat mengganggu pengambilan keputusan internasional.
Gus Yahya mengatakan: “Misalnya, AS masih memveto resolusi PBB tentang gencatan senjata di Gaza. Sejarah menunjukkan bahwa konflik, terutama konflik kekerasan, seiring berjalannya waktu melibatkan lebih banyak pihak.”
Read More : Polres Jaksel Akan Periksa Ria Ricis Terkait Hoaks Nikah Siri dengan Atta Halilintar
Diketahui, Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Israel pada Sabtu malam (13/13/2024). Iran mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas serangan mematikan Israel pada 1 April 2024 terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah.