Jakarta, Beritasatu.com – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan perlunya evaluasi terhadap sistem demokrasi dan pemerintahan Indonesia. 

Read More : Kuasa Hukum Akan Bawa Saksi dan Bukti Pegi di Bandung Saat Pembunuhan Vina

Hal itu diungkapkan Bamsoet dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Gabungan DPR dan DPD.

Menurut Bamsoet, keputusan itu diambil setelah MPR menyelenggarakan Musyawarah Nasional.

Bamsoet mengatakan, hal itu merupakan bagian dari tugas utama MPR mewakili rakyat dan mewakili seluruh rakyat Indonesia.

Pimpinan MPR menyelenggarakan rapat nasional untuk menyelenggarakan dialog nasional yang efektif dengan para tokoh bangsa dan bapak bangsa untuk menerima gagasan, saran dan pertimbangan bagi pembangunan bangsa Indonesia, kata Bamsoet.

Dalam kunjungan tersebut, MPR menerima berbagai upaya dan kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat negara antara lain Presiden dan Wakil Presiden serta para mantan Ketua MPR serta para ketua partai politik. 

“Meski berbeda, namun semuanya bersatu dalam beberapa kesepakatan,” ujarnya.

Bamsoet mengatakan, pertama-tama terwujudnya pembangunan Indonesia memerlukan komitmen bersama dan peran serta seluruh komponen bangsa untuk bekerjasama dan bersinergi dalam pembangunan bangsa.

Read More : KPK Akan Lelang Mobil Porsche Milik Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari, Intip Jenis dan Spesifikasinya

Kedua, pembangunan nasional memerlukan peta jalan dan visi jangka panjang yang tidak menghambat pemerintah.

Ketiga, setelah 26 tahun reformasi, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap penyelenggaraan sistem demokrasi dan kehidupan ketatanegaraan masyarakat.

Menurut Bamsoet, seluruh rangkaian lembaga dan kegiatan yang dilakukan MPR hanya terkait kembalinya NKRI ke Tanah Air yang semakin terasa kehilangan.

“Dewan berkeyakinan bahwa seluruh lapisan masyarakat, baik yang ada di ruangan ini maupun yang melihat di tempat lain, mempunyai pendapat yang sama bahwa kita semua bertanggung jawab atas kelanjutan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang maju dan Indonesia yang bangga.” Dia mengakhiri pidatonya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *