Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BBC) dan Pemerintah Moneter Singapura (MAS) menyetujui perpanjangan perjanjian kerja sama keuangan bilateral pada 1 November 2027.

Read More : Sule Minta Rizky Febian Jaga Mahalini: Kalau Lu Tidak Bisa Berarti Urusan sama Gue

Kepala Kementerian Komunikasi Bi -Komunikasi, Raman Danny Prako, menjelaskan bahwa perpanjangan kali ini dilakukan selama 3 tahun, berbeda dari sekuel sebelumnya yang berlaku hanya untuk 1 tahun. Langkah ini menunjukkan penguatan sinergi antara kedua otoritas dalam menjaga stabilitas moneter dan keuangan dalam kondisi global yang masih jenuh oleh ketidakpastian.

“Kerja sama ini dimulai pada November 2018 untuk terus saling mendukung dan juga untuk menghasilkan kepercayaan pada perekonomian masing -masing negara,” kata Raman, Senin (11/04/2024).

Perjanjian tersebut mencakup dua bentuk kerja sama keuangan bilateral. Pertama, perjanjian pertukaran bilateral mata uang lokal (LCBSA) memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara dua bank sentral mencapai $ 9,5 miliar Singapura atau sekitar 100 miliar RP.

Kedua, perjanjian gudang bilateral (BR) yang memungkinkan dua bank sentral untuk melakukan transaksi repo untuk menerima likuiditas $ 3 miliar (atau koin koin/euro dengan nilai yang setara) dengan obligasi pemerintah yang dijamin yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.

Read More : 20 Jurusan di UGM dengan Daya Tampung Terbanyak untuk SNBP 2025

Ramdan menambahkan bahwa perjanjian ini juga merupakan bagian dari upaya BI untuk memperbesar dan memperkuat kerja sama internasional di bidang kebangkrutan, yang mencerminkan peran penting kerja sama global sebagai bagian dari strategi kebijakan BI.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *