Nias Selatan, Beritasatu.com – Bareskrim Polres Nias Selatan, Sumatera Utara, menculik paksa Kepala Sekolah Safrin Jebua dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Siduori, RSU Stella Maris Teluk Dalam dengan nama yang mencurigakan. .

Read More : Hamas Akan Membebaskan 4 Sandera Tentara Wanita Israel

Sufferin Zebua menjadi tersangka kasus dugaan kekerasan fisik terhadap muridnya Yaredi Nduru yang berujung pada kematiannya.

Usai Stella Maris dibawa paksa dari RSUD Teluk Dalam, petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan langsung membawa tersangka Safrin Zebua ke Mapolres Nias Selatan dan menahannya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan Asisten Kompol Freddie Siagian mengatakan, penyidik โ€‹โ€‹Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan mulai melakukan pemeriksaan dan penyidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap tersangka. , pemeriksaan autopsi korban, pemeriksaan saksi, dan kejadian tersebut disaksikan oleh tersangka, Kejaksaan Negeri Nias Selatan, serta saksi siswa dan guru sekolah.

Freddy mengatakan, tersangka Safrin Zebuan dijemput petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan setelah dinyatakan sembuh oleh dokter. Sebelumnya, tersangka Sufferin Zebua sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.

Status terduga pelaku sebagai kepala sekolah dinyatakan mencurigakan. Kami telah melakukan penangkapan dan tersangka telah ditahan di Polres Nias Selatan, kata Freddy, Sabtu (27/4/2024).

Atas tindakannya, tersangka menghadapi tuntutan di bawah Bagian Perlindungan Anak, yang terancam hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

Read More : Puasa Rajab 2025 Mulai Kapan? Ini Jadwal, Tata Cara dan Keutamaannya

Sebelumnya, seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Siduori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara meninggal dunia pada Senin (15/4/2024) saat menjalani perawatan di RSUD Thomsen Gunung Sitoli.

Meninggalnya seorang siswa SMK diduga disebabkan oleh kepala sekolah, Safrin Zebua, yang diduga mengalami kekerasan fisik.

Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan kepala sekolah tersebut merupakan bentuk tindakan disipliner terhadap siswa tersebut. Namun aksinya berakhir fatal dan membuat korbannya pusing.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *