Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto Ingat Abdurrahman Wahid atau Gus Durra sebagai pemimpin pemberani dan panutan di Harlah Nahdatul Ulama (NU), Jakarta -istora Senaya (25.05.2015), nilai -nilai Prabowo. Gus dur, yang harus digunakan sebagai contoh
Read More : Putusan MK: Pilkada Barito Utara Diulang, Hasil di 2 TPS Dibatalkan!
“Salah satu kepemimpinan Gus Dur, yang harus kita tiru, adalah tekadnya untuk mewakili Islam pada tingkat menengah, keren dan damai,” kata Parbowo.
Prabowo ingat bahwa Gus Dur selalu berjuang untuk nilai perdamaian dan keragaman. Ketika dia berbicara selama kepemimpinan Gus Dur, tampaknya NU sering menjadi kesabaran.
“Di Gus Dur, jika ada minoritas yang terancam dengan kelompok radikal, tampaknya NU tampaknya melindungi tempat -tempat ini,” kata Prabowo.
Gus Dur menginspirasi Prbowo untuk menggunakan prinsip yang sama sambil bertindak sebagai presiden Gerindra.
“Ketika banyak kuil dan biara terancam oleh bom, saya memerintahkan Gerindra untuk melindungi fungsi -fungsi ini,” kata Parbowo.
Read More : Pimpinan DPR Gelar Rapat Tertutup Persiapan Uji Kelayakan Capim dan Dewas KPK
Prabowo menekankan bahwa menjadi pemimpin sejati harus berani menjadi contoh, meskipun kadang -kadang tidak populer untuk Parbowo, kuncinya, keberanian, dan pengontrol diri yang stabil untuk pembangunan pemerintahan yang murni.
“Saya mengundang semua kolega di kabinet merah dan putih untuk memperbaiki dirinya sendiri dan menciptakan pemerintahan yang bersih tanpa digunakan dan korupsi ilegal. Ini adalah tekad kami,” kata Parbowo.
Ingatan Prabowo Gus Dur menunjukkan bahwa peran NU dalam pengobatan diskon Islam, perdamaian dan keragaman di Indonesia. Kepemimpinan perusahaan Gus Dur stabil, masih menginspirasi generasi pemimpin saat ini, termasuk Prabowo Subianto.