JAKARTA, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menanggapi serius pemberitaan Duta Besar Indonesia untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap, yang melakukan pelecehan seksual terhadap mantan pegawainya.

Read More : Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Layani 358.901 Penumpang Selama 5 Hari Pelayanan Posko Nataru

Kementerian Luar Negeri telah memperhatikan publikasi pengaduan beberapa media terhadap pegawai KBRI Abuja, Nigeria yang memberitakan tindakan perwakilan KBRI Abuja, Kementerian Luar Negeri. kata Indonesia. Pada Rabu (1 Januari 2025), Juru Bicara Luar Negeri Roy Soemirat mengutip keterangan resmi.

Kementerian Luar Negeri menanggapi laporan tersebut dengan serius dan akan terus mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, tambahnya.

Roy Soemirat menjelaskan Kementerian Luar Negeri RI akan terus mengawal para korban dan mengusut kasus tersebut.

Untuk menunjukkan keseriusannya, Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan pedoman kasus pelecehan seksual mulai tahun 2022.

โ€œSebagai langkah pencegahan, mulai tahun 2022, Kementerian Luar Negeri juga telah mengeluarkan pemberitahuan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri,โ€ tutupnya.

Duta Besar Indonesia untuk Nigeria mengalami pelecehan seksual

Duta Besar Indonesia untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap, melaporkan adanya pelecehan seksual terhadap mantan karyawannya. Kabar tersebut terungkap setelah korban mendatangi Kementerian Luar Negeri melalui tim kuasa hukumnya.

Read More : Apa Itu Nuzulul Quran dan Keutamaannya?

Petisi tersebut bertajuk โ€œPermintaan Intervensi dalam Kasus Pelecehan Seksual, Intimidasi dan Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak.โ€

Nigeriaworld.com memberitakan pada Rabu (1 Januari 2025) bahwa korban mengalami trauma psikologis yang mendorongnya kembali ke Jakarta, Indonesia untuk mencari konseling dan bantuan profesional.

Hasilnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh psikolog Kementerian Luar Negeri, korban didiagnosis mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD), kecemasan, dan depresi.

Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya Roy Soemirat menanggapi laporan pelecehan seksual dengan serius.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *