Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memiliki empat sumbu atau pilar literasi digital asosiasi yang disebarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokovi) selama 10 tahun.

Read More : Bulan Puasa, BGN Imbau Siswa Hindari Makanan Manis dan Berminyak

“Pertama, keterampilan digital seperti e-commerce atau startup unicorn,” kata Beritasatu.com.

Yang kedua adalah budaya digital dari budaya atau komunitas digital. Yang ketiga adalah etika digital. “Jika kita marah pada orang -orang secara offline, kita tidak mengerti bahwa kita marah secara online, ada peradaban, ada literasi digital,” katanya.

Yang keempat adalah keamanan digital, yang merupakan upaya untuk menjaga keamanan data digital dan membela diri.  

Dia mengatakan transformasi digital telah dikembangkan secara signifikan dengan interkoneksi 10 kali dalam 10 tahun terakhir. Dengan demikian, ada konsekuensi negatif seperti serangan dunia maya dan kebocoran data pribadi. “Negara kita sangat besar, populasinya 210 juta dan tidak semua orang sadar,” katanya.

Read More : Pasar Aset Kripto Anjlok Imbas Regulasi AS

Dia mengakui bahwa data yang dijual di situs web gelap telah melakukan serangan dunia maya selama 10 tahun terakhir. “Ini telah terjadi di semua negara yang mempercepat transformasi digital,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa data yang tidak boleh didistribusikan adalah emas. “Data adalah minyak baru, kita harus melindunginya,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *