Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya masyarakat melek huruf dan menyaring informasi di media sosial untuk menjaga kesehatan mental.

Read More : 8 Cara Membuat Pasangan Anda Selalu Jatuh Cinta

Penting untuk melek huruf dan memilih informasi yang relevan karena banyak beredar di media sosial,” kata Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Imran Pambudi di Jakarta, Jumat. (11/10/2024).

Imran menyoroti masyarakat pengguna media sosial (Medsos). Menurutnya, hal tersebut kerap menjadi salah satu penyebab gangguan jiwa.

Ia menjelaskan, banyak orang mengalami stres akibat dibandingkan dengan gaya hidup glamor atau prestasi yang ditampilkan di media sosial.

Namun ia mengingatkan, tidak semua yang dilihatnya di media sosial adalah kenyataan, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengecek informasi yang diterimanya.

Selain itu, faktor keuangan yang semakin berkurang menjadi penyebab lain masalah kesehatan mental.

Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk tidak membandingkan keadaan keuangan atau kesejahteraannya dengan orang lain.

“Masyarakat seringkali dipengaruhi oleh prestasi orang lain. Maka melek dalam menyaring informasi sangat penting untuk menghindari stres dan tetap sehat mental,” ujarnya.

Read More : Vacation List BTV Beri Rekomendasi Tempat Snorkeling yang Cantik

Imran juga mengatakan Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai langkah mulai dari pencegahan, promosi, dan rehabilitasi untuk memerangi permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia.

Langkah-langkah ini untuk orang tua dan anak-anak. Nantinya, para orang tua mendapat pelatihan parenting yang positif sehingga bisa mendampingi anaknya dengan baik.

Menurut Imran, tujuan keseluruhan dari upaya ini adalah untuk membantu calon ibu mencapai kebahagiaan dan kesehatan mental yang baik.

Selain itu, terdapat program rehabilitasi pengobatan cedera psikologis di berbagai kelompok masyarakat seperti sekolah, perguruan tinggi, dan tempat kerja.

“Jadi kalau ada yang merasa kurang sehat, mereka tahu dengan siapa mereka bisa berbagi cerita atau kepada siapa mereka bisa curhat. Penting untuk menghibur masyarakat agar permasalahan yang ada tidak berubah menjadi gangguan jiwa,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *