Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum ada keputusan terkait kenaikan harga tiket kereta api listrik (KRL).

Read More : 4 Alasan Rupiah Hari Ini Anjlok Mendekati Rp 17.000 Per Dolar AS

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal mengatakan, belum ada pembahasan mengenai kenaikan harga tiket KRL. Ia juga mengatakan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming mengharapkan pemerintahan baru di era Raka.

“Belum ada keputusannya, kita tunggu saja kabinet di pemerintahan baru, supaya kita tahu akan berjalan ke arah mana. Kalau hanya menebak-nebak pasti tidak keren,” kata Risal, dikutip dari Antara. Antara pada hari Kamis. (9/12/2024).

Selain kenaikan harga tiket KRL, harga tiket KRL berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) juga diumumkan. Rishal pun menegaskan, persoalan ini tidak dibahas di Kementerian Perhubungan.

“Masih belum ada apa-apa, pokoknya kita belum melakukan tebakan pertama. Saya tunggu instruksi terakhirnya,” ujarnya.

Namun menurut Risala, Kementerian Perhubungan sudah melakukan kajian mengenai kenaikan tarif KRL sebesar Rp 1.000.

“Sebenarnya ada kajian (menaikkan harga tiket KRL) waktu itu kita mau naik Rp 1.000. Saat itu di kisaran Rp 1.000-2.000. Ada kajian dan hanya dinaikkan Rp 1.000-2.000. 1.000,” jelas Risal.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan subsidi berbasis NIK untuk tiket KRL angkutan pinggiran Jabodetabek pada tahun 2025 masih dalam pembahasan.

Budi mengatakan, kajian sedang dilakukan untuk memastikan seluruh angkutan umum bersubsidi digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Read More : Gekrafs: Pemerintahan Prabowo-Gibran Diyakini Cetak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Namun, semua opsi yang tersedia masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan akhir yang diambil.

Belakangan ini wacana pemberian subsidi berbasis NIK pada KRL ramai diperbincangkan di media sosial. 

Hal itu bermula dari rujukan Buku Catatan Keuangan II RAPBN Pemerintah Tahun 2025 yang diserahkan ke DPR untuk dibahas bersama.

Dokumen ini menjelaskan anggaran subsidi Kereta Api KRL Jabodetabek yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas dan inovasi pelayanan angkutan kereta api kelas ekonomi.

Terdapat beberapa perbaikan, salah satunya adalah perubahan sistem penyaluran subsidi pada tahun 2025.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *