Jakar, Beritatasatu.com–Kementerian Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah (Kemendikdasmin) bekerja sama dengan Kepolisian Nasional dalam upaya meningkatkan kenyamanan, persahabatan, dan keamanan di lingkungan lembaga pendidikan, terutama sekolah dasar (SDS) dan tingkat menengah.

Read More : Profil Yusril Ihza Mahendra, Calon Menko Hukum dan HAM pada Kabinet Prabowo Subianto

“Beberapa hal yang ada adalah mous (nota pemahaman) antara (sebelumnya) masih merupakan chemenristekdicti dan sekarang kementerian (Kemsikdasmin), karena mereka bertemu dengan Kepala Polisi Nasional (Pol) Jenderal (Pol) Listyo Listyo Sigit, Selasa, Selasa, Menteri Pendidikan (11/11/2024). 

Dia mengatakan bahwa masalah keamanan di lembaga pendidikan tidak hanya dalam arus, tetapi juga dari perusahaan hulu. Misalnya, akan ada program polisi di sekolah. “Nasihat ketertiban umum dari sekolah di Indonesia,” kata Musi.

Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah dan Kepolisian Nasional telah sepakat untuk mengatasi masalah kekerasan dan keamanan di lembaga pendidikan melalui restorasi keadilan. “Tuhan sudah siap, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan suasana di lembaga pendidikan yang aman, nyaman dan mudah,” katanya.  

Dia menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Tim dan Kepolisian Nasional menginginkan berbagai masalah dengan kekerasan di lembaga pendidikan untuk menyelesaikannya melalui pendekatan keluarga. “Pendekatan atau bahasa hukum adalah restorasi keadilan,” katanya.

Salah satu program yang akan diterapkan adalah program pembelajaran polisi. Muti mengatakan bahwa program ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan lembaga pendidikan di Zona 3T (kurang beruntung, terutama dan terluar) atau daerah yang rentan terhadap bahaya.

Sementara itu, Listyo mengatakan program pembelajaran polisi bukanlah hal baru. Program serupa dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas di berbagai daerah. Polisi Nasional juga menyiapkan sekitar 2.600 staf Papua untuk meluncurkan program ini.

Read More : KPK Sambut Positif Pembentukan Pansus Haji DPR

“Termasuk wilayah Papua bahwa kami juga memiliki program pembelajaran polisi, itu juga menyediakan ruang untuk meningkatkan keterampilan kami,” katanya.  

Dia mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk mempersiapkan generasi muda untuk mewujudkan Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia

Adapun masalah dengan remaja seperti pertempuran, narkoba, permainan online, kata Listyo, polisi akan memberikan panduan kepada siswa. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *