Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Haji dan Umrah (CEO Phu Phu), Hilman Latif, mengumumkan jadwal resmi untuk peziarah pada tahun 2025.

Read More : MA Minta Jaksa Eksekusi Ronald Tannur yang Dihukum 5 Tahun Penjara

“Tuhan akan bersedia, jalannya peziarah pertama akan dimulai dari 2 hingga 165 Mei,” kata Hilman di gedung konstruksi Milli Majlis (Panja), Senayan, Jakarta, Kamis (2 Januari 2025).

Pada saat yang sama, gelombang kedua dijadwalkan pergi pada 31 Mei 2025. Hilman menekankan bahwa pada 31 Mei di 4 in 4 in 4 in 4 in 4 in 4.

“Setelah 31 Mei, tidak ada penerbangan ke Tanah Suci,” kata Hilman. Proses ziarah

Hilman menjelaskan bahwa asosiasi akan dikirim ke Arafat pada 4 Juni 2025 (Z Zulhijah), salah satu kolom ziarah haji. Proses pengembalian peziarah dibuat dalam dua set.

Gelombang pertama, 12-26 Juni, 2025, 26-26, Zulhijah-1 Muharam) Mulai. Gelombang kedua, pengembalian terjadi pada 27 Juni, 11 Juli 2025.

Read More : Isu Politik Terhangat: 4 Calon Pesaing Bobby Nasution hingga Prabowo Mulai Bahas Susunan Kabinet

Indonesia menerima 221.000 kuota haji haji hingga tahun 2025. Menteri agama Nasaruddin Omar menawarkan perusahaan RP93.389.99.99 Organisasi Organisasi Haji (BPIH) (BPIH).

Total biaya dilakukan oleh asosiasi langsung sekitar 70 persen (Rp. 65.3727779,49,49). Sisanya akan mensubsidi melalui dana haji.

Pemerintah berusaha memberikan servis terbaik, termasuk menyediakan semua proses yang mengikuti jadwal tertentu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *